Breaking News in Indonesia

Pria AS Ditangkap Usai Beli Ferrari Pakai Dana Bantuan Covid

Jakarta, Indonesia —

Seorang warga California, Amerika Serikat, dilaporkan telah ditangkap dan segera diadili karena dituduh memanipulasi sekitar US$5 juta (Rp71,1 miliar, kurs Rp14.200) dana bantuan pandemi Covid-19 dari pemerintah untuk memperkaya diri, termasuk membeli Ferrari, Bentley, dan Lamborghini.

Autoblog menjelaskan Mustafa Qadiri (38) dicurigai melakukan penipuan Paycheck Protection Program (PPP) yang digulirkan pemerintah sejak tahun lalu untuk membantu usaha kecil yang berjuang semasa pandemi.

Jaksa penuntut mengatakan Qadiri mengajukan aplikasi pinjaman PPP ke tiga bank atas nama empat perusahaan bodong.




Berdasarkan berkas dalam justice.gov diungkap keempat perusahaan yang berbasis di Newport Beach itu adalah All American Lending, Inc., All American Capital Holdings, Inc., RadMediaLab, Inc., and Ad Blot, Inc.

Pada Mei dan Juni 2020, Qadiri disebut mengajukan aplikasi pinjaman PPP menggunakan catatan bank yang sudah diubah, data pengembalian pajak yang salah, dan informasi palsu tentang karyawan. Qadiri juga menggunakan nama, nomor jaminan sosial, dan tanda tangan orang lain saat mengajukan salah satu pinjaman.

Lihat juga:

Benda BD999, Calon Moge Bertenaga Air Buatan China

Dalam dakwaan Qadiri dikatakan menerima US$5 juta pinjaman yang disebut investigator dipakai untuk berlibur, mobil sport, dan pengeluaran pribadi.

Mobil Ferrari, Bentley, dan Lamborghini yang dibeli pakai dana bantuan Covid-19 itu telah disita. Selain itu sebanyak US$ 2 juga juga sudah ditarik dari rekeningnya, kata jaksa penuntut.

Saat ini Qadiri dibebaskan dengan jaminan US$100 ribu, namun Hakim Distrik AS Josephine L. Staton menjadwalkan sidang juri pada 29 Juni 2021.

(fea)

[Gambas:Video ]