Prabowo Serahkan Rantis Maung ke Panglima TNI Sore Ini

Farah

Menhan Prabowo Subianto bakal menyerahkan kendaraan taktis maung buatan PT Pindad ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (8/10)

Jakarta, Indonesia —

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bakal menyerahkan kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (8/10) sore.

Juru Bicara Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, kendaraan taktis yang dipesan khusus dan sempat diuji coba langsung itu telah berada di gedung Kemenhan usai dipesan Prabowo.

“Benar, sudah,” kata Dahnil saat dikonfirmasi Indonesia.com, Kamis (8/10).

Dahnil mengatakan, rencananya kendaraan tersebut akan diserahkan langsung ke Hadi pada sore nanti. Sejak awal memesan, Prabowo telah berencana menyerahkan kendaraan dengan spesifikasi militer itu kepada prajurit TNI.

Meski begitu, Dahnil belum merinci total kendaraan yang dikirim PT Pindad per hari ini. Proses serah terima sendiri akan dilakukan di Kemenhan.

“Penyerahan akan dilakukan sore ini jam 16.00 WIB dari Menhan kepada Panglima TNI,” kata dia.

Prabowo sebelumnya memesan 500 unit kendaraan taktis Maung dari PT Pindad dengan harga Rp600 juta per unit pada Juli lalu.

Prabowo saat itu meminta pesanannya diselesaikan Oktober bertepatan dengan Hari Ulang Tahun TNI.

Lihat juga:

Prabowo Ingin 500 Maung Selesai Oktober, Jadi ‘Kado’ HUT TNI

Maung merupakan mobil berpenggerak 4×4 dan menggunakan transmisi manual 6 speed serta dilengkapi dengan braket persenjataan kaliber 7,62 mm, konsol SS2-V4, perangkat GPS navigasi, dan tracker kendaraan serta perlengkapan lainnya.

Maung juga didukung mesin diesel turbo 2.500 cc, sama seperti yang digunakan Toyota Hilux.

Kelebihan utama Maung adalah menerjang medan-medan sulit dan beroperasi lepas pada ruas jalan aspal. Maung mempunyai batas kecepatan aman 120 km per jam dan maksimal mencapai 140 km per jam.

Prabowo juga sempat mencoba Maung dan diunggah di akun media sosialnya. Dalam foto yang diunggah, mantan Pangkostrad itu mengendarai sendiri kendaraan taktis tersebut.

(psp)

[Gambas:Video ]

Next Post

Faisal Basri: Korupsi Jadi Masalah Nomor Satu Investasi

Jakarta, Indonesia — Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja bukan “obat” tepat untuk menyelesaikan masalah investasi di Indonesia. Menurutnya, problem investasi di Indonesia bukan berasal dari sisi jumlahnya melainkan kualitas. Rendahnya kualitas investasi itu juga bukan berasal dari masalah ketenagakerjaan […]