Pot Keberuntungan Dirusak Kurir Paket , Wanita Lapor Polisi

Farah

Seorang perempuan di Singapura mengadu ke polisi setelah pot bunga keberuntungannya rusak oleh kurir ekspedisi.

Jakarta, Indonesia —

Seorang perempuan di Singapura mengadu ke polisi setelah pot bunga keberuntungannya rusak oleh kurir ekspedisi.

Alih-alih meminta maaf, si kurir justru melarikan diri.

Sang perempuan mengatakan pria tersebut memecahkan pot saat mengirim bingkisan ke rumahnya di 180C Marsiling Road pada 16 Desember.

Di pagi hari saat kejadian, dia sedang berada di dapur ketika tiba-tiba mendengar suara keras.

Ketika dia membuka pintu, pot bunganya sudah dalam keadaan rusak di tanah, paket ditinggalkan di depan pintu, dan si kurir bergegas pergi.

Dilansir AsiaOne, Rabu (23/12), perempuan tersebut menaruh pot itu di depan pintu karena merujuk pada ramalan fengshui untuk menarik keberuntungan.

Perempuan itu sempat mencegat si kurir dan meminta untuk berbicara dengan manajernya, tapi kurir menolak meminta maaf.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu pun sempat bertindak agresif dan meninggikan suara. “Jika (potnya) rusak, ya sudah,” ujar kurir tersebut.

“Jangan lari. Saya akan menelepon polisi,” teriak sang perempuan dengan marah.

Lihat juga:

Virus Corona Varian Baru dari Inggris Masuk ke Singapura

Menanggapi teriakan itu, si kurir malah melemparkan paket lainnya dan melarikan diri.

“Saya mengambilnya dan melihat paket itu milik tetangga di blok yang sama. Tapi saya tidak yakin itu miliknya,” ujar perempuan pemilik pot.

“Kurir itu melempar paket yang bukan milik saya ke lantai tanpa alasan. Saya merasa tidak aman, jadi saya menelepon polisi dan meminta mereka menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Perempuan itu mengungkapkan pot bunga itu adalah hadiah dari kakek buyutnya ketika dirinya berkunjung di Fujian lebih dari 20 tahun lalu.

“Karena pot bunga keberuntungan ini, saya sering memenangkan lotere. Baru tahun ini, saya menang lebih dari 10 kali. Beberapa pekan sebelum pot itu pecah, saya memenangkan hadiah utama sebesar $2.000,” ujarnya.

“Anda tidak bisa membeli pot bunga jenis ini lagi. Sekarang sudah rusak, hati saya benar-benar sakit,” kata dia.

Sementara itu, polisi mengatakan pihak-pihak yang terlibat telah dikabari tentang upaya hukum yang kemungkinan akan ditempuh dan perusahaan ekspedisi sedang menyelidiki insiden itu.

(ans/dea)

[Gambas:Video ]


Next Post

Perayaan Natal Digelar Offline dan Online, Airin Minta Disiplin Prokes Tetap Diterapkan

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany bersama tim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kegiatan monitoring gabungan dalam rangka hari raya natal tahun 2020 di Gereja Paroki St. Lauriensius kawasan Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Kamis (24/12). “Kedatangan kami, Tim Forkopimda, untuk melakukan pemantauan sekaligus melihat langsung penerapan protokol kesehatan […]