Breaking News in Indonesia

Polisi Jamin Keselamatan Ali Kalora Jika Menyerahkan Diri

Jakarta, Indonesia —

Polisi menyatakan akan tetap memproses hukum pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Kalora apabila menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto mengatakan pihak kepolisian seringkali mengimbau para buronan kasus terorisme agar menyerah.

“Kita itu di negara hukum, tentu proses hukum terhadap permasalahan-permasalahan ini terkait pidana tetap kami laksanakan,” kata Didik saat dihubungi Indonesia.com, Selasa (25/5).

Didik mengatakan Kapolda Sulteng Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso menyatakan kepolisian akan menjamin keselamatan para buronan tersebut apabila menyerahkan diri.

Namun demikian, dia belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait upaya penyerahan diri yang hendak dilakukan oleh Ali Kalora. Kata dia, sejauh ini tim masih berfokus melakukan pengejaran terhadap jejak teror mereka beberapa hari lalu.

“Diimbau oleh Pak Kapolda (jika menyerahkan diri), kami akan jamin keselamatannya,” tambah dia lagi.

Baca juga:

Polri: Ada Upaya Pimpinan MIT Ali Kalora Menyerahkan Diri

Dia menjelaskan kepolisian mengirim pasukan untuk menyekat wilayah-wilayah perbatasan yang menjadi akses perjalanan MIT Poso. Hal itu dilakukan pascapenyerangan terhadap empat petani di wilayah Desa Kilimago, Poso, Sulawesi Tengah.

“Tempat-tempat yang mengambil logistik ke kebun-kebun masyarakat ini yang kita antisipasi oleh tim-tim sekat itu,” ucapnya.

Sebagai informasi, pembunuhan terhadap empat warga sipil pada Selasa (11/5) lalu diduga dilakukan oleh MIT pimpinan Qatar alias Farel alias Anas.

Dari informasi yang diperoleh dari Satuan Tugas Madago Raya, MIT bertumpu pada dua kelompok utama. Kelompok Ali Kalora berada di wilayah Poso Pesisir Utara dan kelompok Qatar alias Farel alias Anas bergerilya di sekitar Lembah Napu, Lore Timur.

Baca juga:

Selain Ali Kalora, MIT di Poso Ditopang Kelompok Qatar

Ali Kalora sendiri digadang sebagai pimpinan MIT Poso dan telah buron lima tahun lamanya. Dia menggantikan posisi Santoso alias Abu Wardah yang tewas ditembak oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala pada 18 Juli 2016 dalam sebuah penyergapan.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video ]