Polda Metro Naikkan Status Perkara Aksi 1812 ke Penyidikan

Farah

Aksi 1812 yang digelar beberapa waktu lalu diduga melanggar aturan dalam UU Kekarantinaan Kesehatan.

Jakarta, Indonesia —

Polda Metro Jaya menaikkan status perkara Aksi 1812 ke tahap penyidikan. Aksi tersebut diduga melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Hari ini sudah naik tahap penyidikan untuk para penanggung jawab acara yang semua, termasuk panitianya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Monas, Jakarta, Senin (21/12).

Polisi setidaknya sudah meminta keterangan dari sembilan orang saksi selama proses penyelidikan. Namun demikian, Yusri tak merinci siapa-siapa saja pihak yang diklarifikasi terkait peristiwa itu.

Sejauh ini, polisi juga telah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan gelar perkara.

Selanjutnya, kepolisian akan memanggil sejumlah orang yang dinilai bertanggung jawab atas Aksi 1812. Polda Metro Jaya bakal menjadwalkan waktu pemeriksaan terhadap para penanggung jawab kegiatan.

“Rencana tindak lanjut kami akan memanggil. Termasuk penanggungjawabnya, termasuk panitia yang lain, ada beberapa panitia yang lain. Kami akan panggil sebagai saksi, ini kami akan persiapkan,” kata dia.

Lihat juga:

FPI Akan Tangani Kasus 455 Simpatisan Terkait Aksi 1812

Aksi 1812 diduga melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 169 atau 160 KUHP dan Pasal 93 Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Oleh karena itu kepolisian melakukan penyelidikan.

Sebelumnya, sejumlah kelompok dan elemen masyarakat menggelar Aksi 1812 di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Aksi digelar buntut penahanan petinggi FPI Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya.

Massa mendesak aparat menghentikan kasus yang menjerat Rizieq. Namun, aksi berujung dibubarkan polisi.

Sebanyak 455 orang simpatisan Rizieq ditangkap usai mengikuti aksi 1812 itu. Tujuh orang di antaranya telah menjadi tersangka.

Lihat juga:

Tolak Tes Cepat, Polisi Amankan 455 pengikut Rizieq Shihab

Polda Metro Jaya mendapati lima orang di antaranya membawa senjata tajam, sementara dua orang membawa narkoba jenis ganja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan lima tersangka yang membawa senjata tajam ditangkap di wilayah Tangerang dan Jakarta Utara. Sementara, dua tersangka yang membawa ganja ditangkap di Depok saat menuju Jakarta.

(mjo/bmw)

[Gambas:Video ]


Next Post

Wagub DKI: Risiko Terpapar Covid-19 Selalu Ada

Jakarta, Indonesia — Interaksi tinggi berisiko menularkan Covid-19. Perilaku tidak tertib dalam penerapan protokol kesehatan pun memperparah penyebaran penyakit pandemik ini. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria sampai sekarang belum menemukan jawaban siapa yang menularkan Covid-19 kepada dirinya pada akhir November lalu. Ia mengaku sempat heran penyakit itu bisa menjangkitinya, padahal protokol […]