Breaking News in Indonesia

PM Inggris Dukung UEFA Hukum Tim European Super League

Jakarta, Indonesia —

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendukung pihak berwenang, termasuk badan sepak bola Eropa, UEFA menghukum tim-tim yang mengikuti European Super League.

Menurut Boris Johnson, terbentuknya European Super League akan menganggu sepak bola yang selama ini sudah terbentuk.

Pilihan Redaksi
  • UEFA Ancam Peserta European Super League
  • Alasan Marquez Menangis di MotoGP Portugal 2021
  • Kronologi Pembentukan European Super League

“Rencana European Super League akan sangat merusak sepak bola, dan kami mendukung otoritas sepak bola dalam mengambil tindakan,” ujar Boris Johnson melalui cuitan di akun Twitternya.

“Mereka akan menyerang jantung kompetisi domestik, dan akan menjadi perhatian suporter di seluruh negeri,” ucap Boris menambahkan.

Sebanyak 12 klub dari tiga liga top Eropa; Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia jadi pendiri European Super League.

[Gambas:Twitter]

Sebagain besar dari ‘klub pendiri’ European Super League itu berasal dari Inggris: Manchester United, Liverpool, Manchester City, Arsenal, Chelsea dan Tottenham Hotspur.

Boris melanjutkan, klub-klub yang tergabung dalam European Super League itu tidak mengabaikan aspirasi suporter.

[Gambas:Video ]

“Klub-klub yang terlibat harus menjawab pertanyaan penggemar mereka dan komunitas sepak bola yang lebih luas sebelum mengambil langkah lebih jauh,” kata Boris.

UEFA sebagai lembaga yang selama ini membawahi klub-klub pendiri tersebut mengambil sikap dengan melayangkan ancaman kepada mereka yang terlibat di dalam European Super League tersebut.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Selain dilarang tampil di kompetisi domestik, klub-klub European Super League juga bisa menerima denda hingga 60 juta euro atau setara dengan Rp1,046 triliun.

Hukuman itu belum habis. Para pemain yang bermain di European Super League juga akan dilarang tampil memperkuat tim nasional.

(sry/rhr)