Breaking News in Indonesia

Peserta UTBK Reaktif Covid-19 dan Demam Otomatis Gagal SBMPTN

Jakarta, Indonesia —

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menekankan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dinyatakan reaktif Covid-19 melalui pemeriksaan antigen atau ditemukan demam saat pemeriksaan suhu, otomatis gagal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021.

“Tidak ada penjadwalan bagi yang sakit. Sudah jelas di kartu peserta bahwa peserta UTBK harus sehat,” ungkap Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto kepada Indonesia.com, Selasa (13/4).

LTMPT sendiri menetapkan peserta dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius tidak diperkenankan mengikuti ujian selama masa pandemi Covid-19.

Pada beberapa lokasi UTBK, peserta juga diwajibkan memiliki surat bukti pemeriksaan swab antigen Covid-19 yang menyatakan hasil nonreaktif.

Budi mengaku belum mengetahui jumlah peserta yang sakit atau demam pada hari pertama UTBK yang digelar, Senin (12/4). Namun ia mendapati ada 7 persen peserta yang tidak mengikuti ujian.

“Jumlah peserta 62.248 orang, yang hadir 64.235 orang. Jadi kehadiran 93 persen. Kalau tidak hadir mengapa, saya tidak tahu,” ujarnya.

Lihat juga:

Peserta UTBK UI dan IPB Wajib Negatif Swab Antigen

Meskipun LTMPT tidak memperkenankan peserta yang sakit mengikuti seleksi, Budi menegaskan masih ada jalur mandiri yang bisa ditempuh peserta untuk masuk PTN.

“Masih ada jalur lain dan juga banyak perguruan tinggi swasta (PTS) untuk membangun masa depan,” tambah Budi.

UTBK SBMPTN digelar dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 12-18 April dan gelombang kedua 26 April-2 Mei 2021.

Pada beberapa pusat UTBK, seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, UTBK gelombang kedua berlangsung hingga 4 Mei. Sementara pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat sampai 4 Mei.

Lihat juga:

LTMPT Belum Putuskan Sistem Penilaian UTBK SBMPTN 2021

UTBK sendiri merupakan tahapan yang wajib dilalui seluruh peserta SBMPTN. Pada tahapan ini, peserta akan diminta mengerjakan dua materi ujian, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA).

(fey/pmg)

[Gambas:Video ]