Breaking News in Indonesia

Pengacara Rizieq: FPI Sudah Bubar, Atribut Bisa Dibeli

Jakarta, Indonesia —

Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan kerumunan Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menanggapi sejumlah barang bukti terduga teroris berupa baju hingga buku Front Pembela Islam (FPI) yang ditemukan polisi di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi.

Aziz menyatakan organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu telah dibubarkan dan dinyatakan terlarang oleh pemerintah sejak akhir Desember 2020 lalu. Dia pun enggan berkomentar lebih jauh.

“FPI sudah bubar,” kata Aziz di depan gerbang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3).

Dia juga berkomentar terkait baju berlogo FPI dan buku berjudul “Dialog FPI Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Menjawab Berbagai Tuduhan terhadap Gerakan Nasional Anti Ma’siat di Indonesia” yang disita polisi. Menurutnya, barang bukti itu bisa dibeli di mana-mana.

“Atribut FPI bisa dibeli di mana-mana. Atribut FPI bisa dibeli di mana-mana,” kata Aziz mengulang-ulang.

Lihat juga:

Eks Tim Hukum Ragukan Baju Terduga Teroris Milik Anggota FPI

Dia mengatakan pihaknya belum memeriksa apakah terduga teroris yang ditangkap di Condet dan Bekasi adalah benar anggota FPI. “Saya enggak tahu, belum dicek juga,” ujarnya.

Mantan anggota tim hukum FPI, Achmad Michdan juga mengatakan atribut FPI dijual bebas di masyarakat. Ia pun mengimbau polisi tak sembarang menuduh bahwa terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror adalah eks anggota FPI, hanya karena temuan atribut tersebut.

“Enggak bisa kalau kemudian atribut-atribut itu langsung dituduhkan atau disangkakan kepada organisasi. Kecuali jelas kemudian dapat dibuktikan pemiliknya adalah anggota,” kata Michdan.

Dalam penangkapan sejumlah terduga teroris pada Senin (29/3), polisi menyita sejumlah barang bukti. Selain baju dan buku FPI, polisi juga menyita pakaian bergambar reuni 212 dan sejumlah pedang, parang, maupun senjata tajam lainnya.

Lihat juga:

Pengacara Tak Tahu Terduga Teroris Condet Ikut Sidang Rizieq

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan semua barang bukti itu menjadi temuan awal dan akan didalami oleh tim Densus 88. Ia juga menegaskan apakah terduga teroris yang diringkus itu memiliki keterkaitan dengan ormas FPI.

(iam/pmg)

[Gambas:Video ]

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Teror Bom di Katedral Makassar”