Breaking News in Indonesia

Penambang Bitoin Setop Bisnis Usai China Larang Uang Kripto

Jakarta, Indonesia —

Operator penambangan cryptocurrency seperti Huobi Mall dan BTC.TOP menangguhkan operasi di China. Penghentian ini dilakukan setelah Beijing akan menindak penambangan dan perdagangan Bitcoin.

Aksi ini membuat mata uang digital tersebut anjlok. Dilansir dari Reuters, Komite Dewan Negara yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He mengumumkan tindakan keras pada Jumat malam.

Ini menjadi tindakan pertama pemerintah China terhadap bisnis penambangan mata uang virtual. Bisnis penambangan China menyumbang 70 persen dari pasokan uang kripto di dunia.

Penambang kripto menggunakan peralatan atau rig komputer yang dirancang khusus untuk memverifikasi transaksi koin virtual dalam proses yang menghasilkan mata uang kripto yang baru dibuat seperti Bitcoin.

Huobi Mall, bagian dari bursa cryptocurrency Huobi, mengatakan bahwa semua bisnis telah ditangguhkan.

“Sementara itu, kami menghubungi penyedia layanan di luar negeri, untuk membuka jalan bagi ekspor rig penambangan di masa depan,” kata Huobi Mall melalui komunitas resmi Telegram, dan meminta klien untuk tidak khawatir dan tenang.

BTC.TOP, kumpulan penambangan kripto, juga mengumumkan penangguhan bisnisnya di China dengan alasan risiko peraturan. Pendiri Jiang Zhuoer mengatakan dalam posting blog mikro melalui Weibo bahwa di masa depan, BTC.TOP terutama akan melakukan bisnis penambangan kripto di Amerika Utara.

Lihat juga:

Harga Bitcoin Anjlok 13 Persen Pada Minggu Kemarin

“Dalam jangka panjang, hampir semua rig penambangan kripto China akan dijual di luar negeri, karena regulator China menindak penambangan di dalam negeri,” tulisnya.

China telah kehilangan posisinya sebagai pusat perdagangan cryptocurrency global setelah Beijing melarang pertukaran crypto pada 2017.

“Pada akhirnya, China juga akan kehilangan kekuatan komputasi crypto ke pasar luar negeri,” kata Jiang, memprediksi kenaikan kumpulan penambangan AS dan Eropa.

HashCow, penambang kripto lain yang memiliki 10 situs penambangan di provinsi China termasuk Xinjiang dan Sichuan, dan menjual daya komputasi kepada investor, mengatakan akan sepenuhnya mematuhi peraturan pemerintah.

Lihat juga:

Utang Rp70 T, Garuda Bakal Pangkas Setengah Armada Pesawat

Dalam sebuah pernyataan kepada klien, HashCow mengatakan akan menangguhkan pembelian rig Bitcoin baru, dan menjanjikan pengembalian dana penuh kepada para investor yang telah memesan kekuatan komputasi tetapi belum mulai menambang.

Bitcoin terpukul setelah langkah China terbaru, dan sekarang turun hampir 50 persen dari level tertinggi sepanjang masa. Bitcoin merosot sebanyak 17 persen pada Minggu.

Perlindungan investor dan pencegahan pencucian uang adalah perhatian khusus pemerintah dan regulator keuangan. Pertimbangan ini pula yang membuat mereka harus mengatur industri cryptocurrency. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell membahas panasnya cryptocurrency minggu lalu.

[Gambas:Video ]

(age/agt)