Pemerintah Kamboja Tutup Angkor Wat Dua Minggu

Jakarta, Indonesia —

Kamboja menutup destinasi wisata paling populernya, kompleks candi Angkor Wat, bagi pengunjung selama dua minggu untuk membantu mengekang wabah virus Corona di negara itu.

Penutupan salah satu situs sejarah terkenal di dunia itu adalah serangkaian tindakan baru yang dilakukan negara itu setelah jumlah kasus virus Corona melonjak pada Februari.

Otoritas Apsara, badan pemerintah yang mengawasi situs arkeologi, mengatakan bahwa menghentikan sementara kunjungan turis lokal dan mancanegara merupakan salah satu tindakan penting untuk membantu memerangi virus.

Hal tersebut dikatakannya dalam sebuah pernyataan tertanggal Rabu (7/4) bahwa pengunjung dilarang masuk dari 7 April hingga 20 April 2021.

Pilihan Redaksi
  • Gajah-gajah di Angkor Wat Bakal Pensiun Tahun Depan
  • Demi Konten, Seleb TikTok Ejek Sejarah Angkor Wat
  • Kisah Tukang Kebun ‘Ninja’ di Angkor Wat

Angkor Wat, di provinsi barat laut Siem Reap, didatangi 2,2 juta turis mancanegara pada 2019, tetapi jumlah tersebut mengalami penurunan tajam pada tahun lalu karena gangguan yang disebabkan oleh pandemi. Kamboja mengizinkan masuknya turis, tetapi mereka harus menjalani karantina.

Hingga saat ini, Kamis (15/4), Kamboja telah memiliki 4.696 kasus virus Corona, dengan 33 kematian dan 2.252 kesembuhan.

Kementerian Kesehatan telah melacak wabah terbaru ke seorang warga asing yang melanggar karantina di sebuah hotel dan pergi ke klub malam pada awal Februari.

Pemerintah pada 20 Februari mengumumkan rencana penutupan dua minggu semua sekolah umum, bioskop, bar, dan tempat hiburan di ibu kota, Phnom Penh.

Ketika jumlah kasus meningkat, penutupan diperpanjang di seluruh negara untuk sekolah, pusat kebugaran, ruang konser, museum, dan tempat berkumpul lainnya.

Sebuah hotel mewah di ibu kota telah diubah menjadi rumah sakit virus Corona dengan 500 kamar, dan pihak berwenang memberlakukan undang-undang baru dengan hukuman pidana jika melanggar aturan kesehatan.

Penggunaan masker wajah diwajibkan di Phnom Penh dan empat provinsi terpadat di negara itu.

Pemerintah meningkatkan batasan lain pada awal bulan ini, termasuk jam malam selama dua minggu, mulai pukul 8 malam sampai 5 pagi di Phnom Penh.

Batasan lain juga termasuk memperluas kampanye vaksinasi virus Corona, dengan target 1 juta dosis sebulan mulai bulan April.

Hingga akhir Maret, sekitar 400 ribu orang – sekitar sepertiga dari mereka anggota angkatan bersenjata – telah menerima vaksinasi.

Pada akhir Maret, Kamboja telah memperoleh lebih dari 3,1 juta dosis vaksin dari China dan melalui inisiatif COVAX Organisasi Kesehatan Dunia. Saat ini Kamboja tercatat memiliki populasi sekitar 17 juta.

Perdana Menteri Hun Sen mengatakan minggu ini di saluran media sosialnya bahwa vaksinasi bersifat sukarela, tetapi pegawai negeri dan anggota militer akan berisiko diberhentikan jika mereka gagal diinokulasi.

(AP/ard)

[Gambas:Video ]