PBB Minta RI Ongkosi Forum Bencana di Bali Rp80,7 Miliar

Farah

BNBP mengatakan Indonesia diminta untuk menanggung biaya penyelenggaraan konferensi internasional sebesar US$5,49 juta atau Rp80,74 miliar.

Jakarta, Indonesia —

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan Indonesia diminta untuk menanggung biaya penyelenggaraan konferensi internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) sebesar US$5,49 juta atau Rp80,74 miliar (kurs Rp14.700 per dolar AS).

Hal ini merupakan permintaan dari United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) atau Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana.

“Anggaran yang diusulkan US$5,49 juta. Tapi ini di luar biaya persiapan bagi rombongan tim dari PBB,” ucap Doni dalam konferensi pers rapat terbatas (ratas) secara virtual, Kamis (15/10).




Doni menjelaskan nominal yang diusulkan oleh Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana ini belum mencakup semuanya. Dana itu di luar biaya persoalan GPDRR pada 2021, biaya paket pertemuan, pameran, kunjungan lapangan, jamuan makan malam, kegiatan sosial, keamanan dan logistik, publikasi dan promosi, dan konferensi pers saat acara berlangsung pada 2022.

“Untuk biaya lain-lain akan dibicarakan lebih lanjut,” imbuh Doni.

Selanjutnya, ia bilang Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju untuk membuat peraturan presiden dalam melaksanakan GPDRR pada 2022 mendatang. Itu akan menjadi payung hukum untuk penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.

Lihat juga:

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.084 T per Agustus 2020

“Presiden setuju untuk ada payung hukum berupa peraturan presiden dan nanti ada pengorganisasian,” terang Doni.

Doni menyatakan GPDRR akan berlangsung pada 23-28 Mei 2022. Forum itu akan diadakan di Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan GPDRR akan dimanfaatkan pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional setelah dihantam pandemi covid-19. Pemerintah akan mempromosikan sektor pariwisata saat forum itu berlangsung.

Lihat juga:

Menyoal Utang yang Menumpuk dan Masyarakat Kian Melarat

“Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian upaya kami untuk pemulihan ekonomi nasional. Kami harap saat pelaksanaan itu, pandemi sudah memasuki tahap akhir dan bisa bergerak cepat memulihkan ekonomi,” ucap Muhajir.

Nantinya, Muhadjir menyatakan peserta forum GPDRR akan diarahkan untuk mengikuti kegiatan pariwisata selama di Bali. Selain itu, pemerintah juga akan menunjukkan penanganan bencana bila terjadi di sekitar Bali.

“Nanti kami juga akan tunjukkan praktik dalam penanganan bencana, ini tidak jauh dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok, jadi tidak sulit ajak peserta melihat langsung ke lapangan,” jelas Muhadjir.

Lihat juga:

Alasan Sri Mulyani Tagih Sumbangsih Alumni STAN

Sebelumnya, Jokowi menyatakan konferensi internasional GPDRR bisa menjadi momentum untuk mempromosikan kembali pariwisata Indonesia. Pasalnya, forum dua tahunan itu akan diselenggarakan di Bali dua tahun mendatang.

Jokowi menyatakan forum GPDRR akan mendatangkan perwakilan dari 193 negara. Jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 5 ribu-7 ribu orang.

Oleh karena itu, jajaran menterinya untuk mempersiapkan penyelenggaraan konferensi internasional ini dengan matang. Jokowi menyatakan forum tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan nasional.

[Gambas:Video ]

(aud/age)

Next Post

Sebulan Corona di Tangan Luhut, Tren Kasus Positif Tak Turun

Jakarta, Indonesia — Presiden Joko Widodo telah meminta Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menangani Covid-19 di sembilan provinsi prioritas dalam waktu dua pekan, terhitung sejak 15 September lalu. Permintaan Jokowi adalah menurunkan angka positif Covid-19, menurunkan angka kematian, dan meningkatkan angka sembuh. Permintaan ini difokuskan ke sembilan provinsi prioritas yang penularannya […]