Paus Fransiskus Seru Setop Ekstremisme dan Kekerasan di Irak

Farah

Jakarta, Indonesia —

Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, berharap kekerasan yang berlangsung di Irak segera berakhir. Hal itu disampaikan Paus usai tiba di negara timur tengah yang menjadi kunjungan luar negeri pertamanya selama pandemi Covid-19, pada Jumat (5/3) kemarin.

Sebagaimana dilansir Reuters, ia berharap peperangan bersenjata, berbagai tindak kekerasan, dan ekstremisme yang berlangsung di Irak segera berakhir. Menurutnya semua itu telah merugikan Irak.

“Irak terdampak perang yang menghancurkan, bencana akibat teroris dan konflik sektarian yang berdasar pada fundamentalisme tidak bisa menerima keadaan untuk hidup berdampingan secara damai dari berbagai kelompok etnis dan agama,” kata Paus.

Ia kemudian memberikan penghormatan kepada korban yang terbunuh dalam serangan berlandaskan agama saat mengunjungi gereja di Baghdad. Kurang lebih sebanyak 50 jemaah dibunuh oleh orang muslim bersenjata pada 2010.

Menurutnya, kekerasan atau pertumpahan darah tidak sesuai dengan ajaran agama yang sesungguhnya. Oleh karena itu ia berharap kekerasan di Irak segera berakhir, termasuk konflik berlandaskan agama yang sudah menelan banyak korban.

Kehadiran Paus di gereja tersebut disambut oleh jemaah dengan bernyanyi. Ia kemudian mengatakan datang ke Irak sebagai peziarah yang meminta pengampunan terhadap begitu banyak kekerasan yang terjadi di Irak.

“Saya datang sebagai peziarah perdamaian dalam nama Kristus, Pangeran Damai. Betapa banyak kami telah berdoa di tahun-tahun ini untuk perdamaian di Irak,” kata Paus sebagaimana dilansir .

Komunitas Kristen di Irak sendiri merupakan salah satu yang tertua di dunia. Namun, jumlah pengikut menurun drastis dalam 20 tahun dari 1,5 juta orang menjadi sekitar 300 ribu orang.

Lihat juga:

Paus Fransiskus Akan Temui Ulama Syiah Irak Pertama Kali

Kunjungan Paus ke Irak saat ini merupakan pertama kali dalam sejarah. Irak mengerahkan ribuan personel keamanan untuk memberikan pengamanan selama kunjungan berlangsung.

Pada Sabtu (6/3) ia dijadwalkan bertemu dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani. Kemudian pada Minggu (7/3) ia akan bekas pertahanan ISIS di Mosul yang menyimpan gereja dan bangunan lain saksi bisu konflik.

Selain itu, ia juga akan berkunjung ke tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Ur dan kota suci Najaf. Paus diyakini sudah lama berencana pergi ke Irak, salah satunya untuk mengunjungi minoritas Kristen yang terdampak konflik.

Lihat juga:

Uskup Katolik AS Cegah Jemaat Divaksin Johnson & Johnson

(dik/DAL)

[Gambas:Video ]


Next Post

NYALANG: Bentang Harapan Selintas Cahaya

Perayaan hari besar Yahudi hingga para biksu yang mengadiri Makha Bucha di Thailand jadi foto pilihan CNNIndonesia.com dalam Nyalang pekan ini.