Palestina Siap Kembali Berunding dengan Israel

Farah

Pemerintah Palestina menyatakan siap kembali ke meja perundingan untuk berdialog dengan Israel.

Jakarta, Indonesia —

Pemerintah Palestina menyatakan siap kembali ke meja perundingan untuk berdialog dengan Israel, asal dilakukan sejalan dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Palestina siap kembali berunding dengan Israel, dengan berlandaskan pengakuan internasional, atau dari tahap terakhir, atau berdasarkan janji Israel untuk meneken seluruh kesepakatan,” kata juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudainah, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (13/11).

Pernyataan Rudainah disampaikan menanggapi Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, yang mengajak Palestina untuk kembali ke meja perundingan.

Gantz melontarkan pernyataan itu saat rapat bersama parlemen Israel (Knesset), terkait ratifikasi perjanjian normalisasi hubungan dengan Bahrain, yang bernama Perjanjian Abraham.

“Perjanjian Abraham dapat diperluas ke negara-negara lain di kawasan ini, tetapi yang sama pentingnya adalah ke tetangga dekat kita, Palestina,” kata Gantz.

“Yang sangat disayangkan, pemimpin Palestina tidak memahami bahwa ini adalah saatnya untuk mengesampingkan seluruh alasan, dan kembali ke meja perundingan untuk bekerja sama mencari jalan keluar,” lanjut Gantz.

Israel sepakat melakukan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Sejumlah negara anggota Liga Arab juga dilaporkan tertarik melakukan normalisasi hubungan.

Lihat juga:

Anggaran Minim, Badan PBB di Palestina Harapkan Bantuan Biden

Sebab, Amerika Serikat yang menjadi sekutu Israel memberi iming-iming bantuan jika negara-negara itu mau mengakui kedaulatan Israel. Yakni mulai dari penanaman modal sampai proyek alat utama sistem persenjataan.

Di sisi lain, kesepakatan itu membuat posisi Palestina dinilai semakin tertekan. Sebab, negara-negara Arab yang tadinya mendukung mereka kini memilih berdamai dengan Israel.

Palestina sangat menentang perjanjian tersebut dan melihatnya sebagai bentuk pengkhianatan atas keinginan negara-negara Arab yang menginginkan kemerdekaan Palestina.

Infografis Negara Mayoritas Muslim yang Resmi Akui Israel(Indonesia/Basith Subastian)

Selain itu, Palestina pun bersumpah bahwa kesepakatan tersebut dan kesepakatan lain yang mungkin menyusul tidak akan merusak tujuan mereka untuk merdeka.

(Middle East Monitor/ayp)

[Gambas:Video ]


Next Post

Syarat Terima BLT UMKM yang Akan Diperpanjang hingga 2021

Jakarta, Indonesia — Pemerintah berencana memperpanjang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) hingga kuartal I 2021. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan ekonomi tahun depan diprediksi lebih baik dari tahun ini. Namun, tidak serta merta bisa memulihkan kondisi UMKM. “Meskipun mungkin keadaan ekonomi sudah lebih […]