Pabrik Hyundai Belum Rampung, Meleset dari Perkiraan Luhut

Farah

Jakarta, Indonesia —

Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia meleset dari perkiraan yang sempat diutarakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Luhut sempat mengatakan pabrik di Cikarang, Jawa Barat itu akan selesai pada Maret 2021.

Menurut Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Makmur pengerjaan pabrik saat ini masih 90 persen. Makmur bilang proses pengerjaan masih dalam batas wajar dan sesuai perkiraan.

“Kita sudah 90 persen. Jadi walau kondisi pandemi kami tetap on track,” kata Makmur secara virtual, Rabu (7/4).




Makmur bilang harapan perusahaan pada akhir 2021 pabrik sudah dapat beroperasi dengan memproduksi mobil-mobil Hyundai ‘made in Indonesia’.

“Jadi kami harapkan di akhir tahun ini sudah bisa produk mobil buatan lokal untuk pertama kalinya,” kata Makmur.

[Gambas:Instagram]

Luhut dalam akun Instagram pada Agustus 2020 mengatakan pembangunan pabrik mobil dan baterai mobil listrik milik Hyundai Motor Company di kawasan industri Deltamas akan selesai pada Maret 2021.

“Mereka juga sampaikan kemampuan produksinya bisa sampai 250 ribu unit [mobil listrik] per tahunnya,” ungkap Luhut, dikutip dari akun resmi Instagramnya @luhut.pandjaitan.

Lihat juga:

Calon MPV Baru Hyundai Staria dan Spekulasi Dibuat di RI

Fasilitas ini merupakan salah satu wujud komitmen investasi prinsipal Hyundai Motor Company sebesar USD1,55 miliar yang akan dikucurkan hingga 2030.

Luhut juga mengungkapkan Hyundai Motor Company berjanji akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 3.500 orang dalam menjalankan investasinya di Indonesia.

(ryh/fea)

[Gambas:Video ]


Next Post

Pengusaha Pertanyakan Larangan Impor Sawit Oleh Sri Lanka

Jakarta, Indonesia — Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) mempertanyakan kebijakan larangan impor sawit yang dilakukan oleh Sri Lanka. Pasalnya, pengusaha menilai kebijakan tersebut merugikan Indonesia selaku pemasok utama atau eksportir sawit di dunia. Ketua Bidang Luar Negeri Gapki M. Fadhil Hasan menyebut dari sekitar 200 ribu ton sawit yang diimpor Sri Lanka […]