Breaking News in Indonesia

Oposisi Presiden Brazil Buat Vaksin Covid Sendiri

Jakarta, Indonesia —

Persaingan menghasilkan¬†vaksin Covid-19 pertama yang “100 persen Brazil” dimulai pada Jumat (26/3) dengan suasana politis yang kental.

Lembaga biomedis Butantan di Sao Paulo mengumumkan bahwa mereka mengembangkan sebuah vaksin dan diperkirakan akan mulai digunakan pada Juli.

Beberapa jam kemudian, seorang menteri mengatakan pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro telah mengajukan permintaan otorisasi untuk memulai uji klinis pada vaksin yang berbeda.

Butantan adalah produsen vaksin terbesar di Brazil dan ikut memproduksi vaksin CoronaVac milik Sinovac dari China yang banyak digunakan di negara Amerika Selatan.

Butantan diketahui amat didukung oleh Gubernur Negara Bagian Sao Paulo, Joao Doria, yang menjadi kandidat kuat penantang Bolsonaro pada pemilu yang akan datang.

“Hasil uji pra-klinis sangat bagus,” kata Direktur Butantan, Dimas Covas.

Vaksin perlu disahkan oleh BPOM Brazil, Anvisa, sebelum bisa memulai uji klinis pada April mendatang. Sementara itu, Bolsonaro tampak selangkah lebih maju dari Doria dalam hal ini.

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Pemerintah Bolsonaro yang juga mantan astronaut, Marcos Pontes, mengumumkan pemerintah federal telah “berinvestasi” dalam beberapa vaksin Brazil dan telah meminta izin uji klinis pada salah satunya.

Salah satu vaksin tersebut dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Ribeiro Preto di Sao Paulo. Pontes mengatakan pemerintah akan segera meminta izin uji klinis untuk dua vaksin lainnya.

“Pasti kebetulan bahwa (Doria) menyajikan kemungkinan lain ini di Sao Paulo, dan ini bagus untuk negara ini, kita perlu beberapa vaksin nasional,” kata Pontes.

Brazil menghadapi kekurangan dosis vaksin karena penundaan impor di tengah situasi krisis dengan rekor jumlah infeksi harian dan kematian pada pekan ini.

Lihat juga:

RS Brasil Tumbang Diterjang Abai Warga dan Varian Baru Corona

Brazil kini mencatat sudah ada 12,3 juta kasus dengan 300 ribu kematian akibat Covid-12 di negara berpenduduk 212 juta jiwa tersebut.

Negara itu mulai program vaksinasi pada pertengahan Januari lalu. Selain menggunakan CoronaVac, vaksin lainnya yang mendapatkan persetujuan di sana adalah AstraZeneca.

Namun proyek bersaing ini mestinya mendorong Brazil meningkatkan pemberian vaksin yang telah lama dikritik karena lambat.

Doria mengatakan Butantan akan mampu memproduksi sekitar 40 juta dosis dari Mei hingga Juli dan 100 juta hingga akhir tahun.

Lihat juga:

UE Larang AstraZeneca Ekspor Vaksin, Tuntut 120 Juta Dosis

Sementara CoronaVac diproduksi menggunakan bahan impor, vaksin lokal yang disebut ButanVac itu dilaporkan akan menjadi “sebuah vaksin yang seutuhnya dikembangkan dan diproduksi di Brazil,” kata Doria.

ButanVac, yang juga akan diproduksi di Thailand dan Vietnam serya didistribusikan ke negara-negara miskin “sebagai respons bagi mereka yang menyangkal ilmu pengetahuan dan kehidupan,” kata Doria menyindir Bolsonaro.

Bolsonaro selama berbulan-bulan meremehkan keseriusan akan pandemi virus corona. Dia menentang pencegahan seperti penggunaan masker, pembatasan, bahkan meragukan kemanjuran CoronaVac.

(AFP/end)

[Gambas:Video ]