Netizen Ramai Bahas Polemik Magang dan Upah Ruangguru

Farah

Jakarta, Indonesia —

Startup pembelajaran digital Ruangguru kembali ramai diperbincangkan oleh sejumlah pengguna Twitter. Pangkal perbincangan berawal dari informasi bahwa Ruangguru sengaja menggunakan tenaga magang karena terbilang murah.

Selain itu, sejumlah netizen menyampaikan bahwa upah bagi pegawai magang di Ruangguru terbilang sangat kecil. Kondisi itu berbanding terbalik dengan masifnya Ruang Guru melakukan promosi, misalnya menyewa banyak stasiun televisi swasta sekaligus untuk membuat acara promosi.

Salah satu warganet yang berkomentar terkait dengan polemik itu adalah @NathPribady. Dia mempertanyakan apakah Ruangguru merupakan ruang bagi guru atau ruang untuk magang.




ruang guru atau ruang intern,” kicau @NathPribady, Sabtu (13/3).

[Gambas:Twitter]

Sementara akun @margianta menyinggung soal startup yang menghabiskan miliaran rupiah untuk iklan dan menggaji guru magang dengan rendah. Bahkan, dia sampai menginggung soal sosok yang menjadi penasihat Presiden.

Startup yang menghabiskan miliaran untuk iklan dan acara TV adalah startup yang sama yang mengandalkan guru magang yang terlalu banyak bekerja dengan gaji rendah,” ujar @margianta.

[Gambas:Twitter]

Di sisi lain, Co-Founder dan CPO Ruangguru, Iman Usman tampak merespon polemik mengenai program magang dan pengupahan di Ruangguru. Dia memberi penjelasan panjang lebar terkait hal itu, salah satunya menegaskan bahwa Ruangguru membayar upah pegawai magang secara kompetitif.

Tidak seperti banyak perusahaan lain, dia mengingatkan tidak ada pegawai magang yang tidak digaji di Ruangguru.

“Kami membayar semua intern kami secara kompetitif (tidak sama rata, tergantung bidang, freelance type of work, dll– dan sudah sama atau lebih tinggi dari startup lain bahkan yg lebih besar dr kami). Angka2 yg disebut makanya bisa berbeda2,” kicau @imanusman.

[Gambas:Twitter]

Sementara akun @aisyablabla menilai bahwa pegawai magang memang tidak bisa dianggap bisa menerima upah. Sebab, dia menilai magang bertujuan untuk belajar dan mencari pengalaman sebelum masuk ke dunia kerja yang sebenarnya.

menurut gw intern dianggap underpaid, ya kan statusnya emg bukan pegawai. walau terkesan rendah utk menopang hidup, tp ya esensinya kan utk belajar & exp handle project² dunia kerja,” kicau @aisyablabla.

[Gambas:Twitter]

Head of Corporate Communications, Anggini Setiawan yang dihubungi Indonesia.com menjelaskan pihaknya selalu mendengarkan masukan dari berbagai pihak serta mengevaluasi untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.

“Semua sistem dan tata kelola kepegawaian sudah sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada. Namun, kami tetap berkomitmen untuk terus mendengar dan menindaklanjuti aspirasi dari seluruh karyawan, termasuk peserta magang. Kami telah menampung berbagai masukan dalam beberapa hari ini dan meninjau ulang kebijakan perusahaan, khususnya mengenai program pemagangan,” kata Anggini.

“Praktik baik yang sudah berjalan akan dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Namun hal-hal yang perlu diperbaiki juga sudah menjadi catatan untuk perbaikan ke depannya,” ucapnya kemudian.

(jps/mik)

[Gambas:Video ]


Next Post

Anies Beri Jatah 10.460 Unit Rumah DP Nol Rupiah

Jakarta, Indonesia — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan menyatakan penyediaan rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan uang muka Rp0 (DP nol rupiah) dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Program tersebut ditujukan bagi masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp14,8 […]