Breaking News in Indonesia

Nenek 75 Tahun Berlatih Tinju untuk Atasi Gejala Parkinson

Jakarta, Indonesia —

Nancy Van Der Stracten (75), lansia asal Belgia, punya cara sendiri untuk mengatasi penyakit Parkinson yang dideritanya. Dia rutin melakukan olahraga tinju tiga kali dalam sepekan.

Dengan mengenakan sarung tangan yang mengkilap, Nancy melompat ke dalam ring tinju. Dia mulai bertarung tinju dengan seorang pria muda yang menjadi pelatih sekaligus lawan mainnya.

Enam tahun setelah didiagnosis mengidap Parkinson, wanita asal Belgia yang menetap di Turki itu menemukan manfaat tinju non-kontak dalam mengatasi penyakitnya. Sejak saat itu, dia selalu menyempurnakan pukulannya di pusat kebugaran tiga kali dalam sepekan.

Pilihan Redaksi
  • Studi: Bawang Putih Bisa Tunda Pikun
  • Peneliti Temukan Pertanda Awal Risiko Parkinson
  • Kenali Gejala Penyakit Parkinson

“Tinju tidak menyembuhkan Parkinson. Tapi, tinju bisa memperlambat perkembangan penyakitnya,” ujar Nancy, melansir Reuters.

Tinju non-kontak tak melibatkan pukulan apa pun. Jadi, tak ada risiko trauma kepala yang perlu dikhawatirkan.

Parkinson sendiri merupakan penyakit neurodegeneratif yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Penyakit ini membuat penderitanya kesulitan mengatur gerak tubuh, termasuk saat berbicara, berjalan, dan menulis.

Tinju disebut-sebut sebagai salah satu cara yang baik untuk mengatasi Parkinson.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa tinju non-kontak baik untuk otak. Apakah tinju akan menyembuhkan Parkinson? Mungkin tidak, tapi setidaknya tinju dapat meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar ahli saraf, Geysu Karlikaya.

Tengok saja, Nancy. Sejak rutin berlatih tinju, dia merasa lebih mudah melakukan pekerjaan rumah tangga.

Sejumlah penelitian menemukan, olahraga yang intens membantu seseorang dalam mengelola berbagai gejala Parkinson. Meski tak disebut secara spesifik olahraga jenis apa yang bisa digunakan, banyak orang berbondong-bondong untuk mengikuti kelas tinju.

Mengutip laman Parkinson Foundation, kelas tinju Parkinson merupakan program latihan untuk seluruh tubuh, di mana pasien melakukan latihan tinju non-kontak. Latihan ini umumnya berlangsung selama 30-60 menit.

Punching speed bags disebut membantu meningkatkan koordinasi dan postur tubuh. Latihan juga menyertai olah vokal yang dimaksudkan untuk membantu gejala gangguan berbicara pada penderita Parkinson.

Latihan tinju memberikan beberapa manfaat untuk penderita Parkinson. Beberapa manfaat tersebut di antaranya meningkatkan koordinasi tangan-mata, membentuk postur tubuh yang lebih baik, menjaga fungsi kognitif, memperbaiki gaya berjalan, hingga meningkatkan keseimbangan dan ketangkasan tubuh.

(asr)

[Gambas:Video ]