Breaking News in Indonesia

Myanmar Lockdown Kota yang Berbatasan dengan India

Jakarta, Indonesia —

Militer Myanmar memberlakukan pembatasan kegiatan ketat (lockdown) di kota-kota yang berada di dekat India setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Pemerintah Myanmar melaporkan terjadi peningkatan harian terbesar jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut sejak Februari, dengan 122 kasus harian baru. Sebanyak 13 kasus di antaranya terjadi di Kotapraja Kalay.

Pada Rabu (2/6) sebanyak 72 orang di Myanmar dinyatakan positif Covid-19. Jumlah tersebut dianggap sangat rendah dari total 1.600 pengetesan di lingkup nasional. Total terjadi 143.823 kasus Covid-19 di Myanmar, termasuk 3.218 kasus kematian dan 132.388 kasus sembuh.

Pilihan Redaksi
  • IMF dan Bank Dunia Desak Negara G7 Lepas Vaksin Berlebih
  • Malaysia Bangun 9 Rumah Sakit Tenda Hadapi Lonjakan Covid
  • Covid, Promotor Batalkan Grand Prix Formula 1 Singapura

Dr. Daw Khin Khin Gyi, Direktur Unit Epidemiologi dan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan setempat mengatakan bahwa saat ini mereka menguji apakah terdapat varian baru Covid-19 yang menyebar di Wilayah Sagaing dan Negara Bagian Chin.

Diduga varian virus corona baru yang ditemukan di India telah menyebar melintasi perbatasan ke Myanmar.

Lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi di Kota Tamu di Wilayah Sagaing dan Tonzang di negara bagian Chin, yang berbatasan dengan India.

Pejabat Departemen Kesehatan setempat mengatakan di Tonzang dilaporkan ada 52 dari 122 kasus virus corona yang tercatat pada hari Selasa (1/6).

Seorang wanita berusia 54 tahun dan seorang pria berusia 51 tahun meninggal karena COVID-19 setelah sempat dirawat di sebuah rumah sakit di kota Cikha, Tonzang. Kasus meninggal akibat Covid-19 juga dialami wanita hamil berusia 74 dan 38 tahun yang dirawat di rumah sakit yang sama dalam lima hari terakhir.

Kementerian Kesehatan dan Olahraga (MOHS) menyebut semua orang harus berada di dalam rumah, kecuali staf pemerintah, karyawan perusahaan, atau buruh pabrik. Masyarakat juga harus meminta izin resmi jika harus meninggalkan rumah, baik seorang diri atau lebih, karena hal-hal yang mendesak.

Masyarakat juga diwajibkan memakai masker saat berada di luar ruangan. Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa orang-orang yang tidak mematuhi perintah akan menghadapi hukuman.

(TTF/vws)

[Gambas:Video ]