Muhammadiyah Klarifikasi Pemblokiran Akun oleh Facebook

Farah

Muhammadiyah membenarkan Facebook telah memblokir grup 'Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean'. Namun, grup itu tidak dikelola PP Muhammadiyah.

Jakarta, Indonesia —

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti memastikan akun resmi Muhammadiyah di media sosial Facebook tak pernah di-takedown alias diblokir seperti yang tengah ramai dibicarakan.

Mu’ti mengatakan, akun yang dibekukan Facebook adalah grup ‘Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean’. Itu bukan akun yang dikelola PP Muhammadiyah.

“Facebook persyarikatan Muhammadiyah tidak di-takedown. Sampai saat ini berjalan seperti biasa,” kata dia kepada Indonesia.com, Selasa (15/12).

Dia memastikan akun resmi Persyarikatan Muhammadiyah masih berfungsi dengan normal. Berdasarkan pantauan Indonesia.com, akun yang diikuti lebih dari 250 ribu pengikut itu terakhir melakukan unggahan sekitar 10.30 WIB.

Akun tersebut mengunggah postingan tentang sebuah angkringan di Banyumas yang berfungsi sebagai metode dakwah di kalangan anak muda. Unggahan itu telah disukai 33 kali dan dibagian sebanyak 5 kali.

Akun resmi tersebut sehari sebelumnya (14/12) memang sempat mengumumkan bahwa Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean’ telah dibekukan. Akun itu ditutup lantaran telah melanggar standar komunitas mengenai individu dan organisasi berbahaya.

Lihat juga:

Ketum Muhammadiyah: Negara Tak Boleh Melanggar HAM

Namun, pengumuman tak menyebutkan lebih detail, unggahan mana saja yang dinilai berbahaya. Meski diikuti banyak mengikuti, akun ‘Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean’ bukan laman resmi dari ormas Islam tertua di Indonesia itu.

Sejauh ini, di Faceebok, Muhammadiyah diketahui hanya mengelola akun Persyarikatan Muhammadiyah sebagai akun resmi mereka.

(thr/wis)

[Gambas:Video ]


Next Post

Neraca Dagang RI Surplus US$2,61 Miliar per November 2020

Jakarta, Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,61 miliar secara bulanan pada November 2020. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan surplus Oktober lalu yang sebesar US$3,61 miliar, namun lebih tinggi dari defisit US$1,33 miliar pada November 2019 lalu. Secara total, neraca perdagangan surplus US$19,66 miliar pada Januari-November 2020. Realisasi […]