Mohamed Salah Marah Tak Jadi Kapten, Liverpool Siap Jual

Farah

Mohamed Salah diklaim sudah tidak senang berada di Liverpool. Manajemen The Reds juga diyakini siap menjual Salah karena masalah ekonomi.

Jakarta, Indonesia —

Mohamed Salah diklaim sudah tidak senang berada di Liverpool. Manajemen The Reds juga diyakini siap menjual Salah karena masalah ekonomi.

Klaim tersebut diungkap Mohamed Aboutrika, mantan rekan setim Salah di timnas Mesir. Aboutrika mengklaim Salah mengungkapkan alasan kenapa dia tidak senang di Liverpool.

“Saya bertanya ke Salah mengenai situasinya di Liverpool dan dia kecewa, tapi hal itu tidak mempengaruhi penampilan Salah di atas lapangan,” ucap Aboutrika dikutip dari Daily Mail.

“Saya tahu Salah tidak senang di Liverpool, dia beritahu saya alasannya, tapi itu rahasia dan saya tidak membicarakan itu di publik,” sambung Aboutrika.

GIF Banner Promo Testimoni

Lebih lanjut Aboutrika mengatakan salah satu alasan Salah tidak senang karena pelatih Jurgen Klopp lebih memilih Trent Alexander-Arnold menjadi kapten Liverpool saat melawan Midtjylland di Liga Champions, 8 Desember lalu.

“Salah satu alasan yang membuat Salah marah adalah dia tidak menjadi kapten ketika melawan Midtjylland,” ujar Aboutrika.

[Gambas:Video ]

Salah juga mengungkapkan ketidakpuasan setelah gagal menjadi kapten Liverpool di laga melawan Midtjylland. Namun, penyerang 28 tahun itu berusaha menghormati keputusan Klopp.

Aboutrika mengklaim ketidakpuasan tersebut memberi efek yang signifikan. Liverpool diyakini mantan penyerang Al Ahly itu siap menjual Salah ke Real Madrid atau Barcelona.

“Jika Salah pemain Real Madrid atau Barcelona, dan bermain di level yang sama seperti di Liverpool, dia mungkin akan menang Ballon d’Or. Hal normal buat media Spanyol bertanya ke Salah mengenai Real Madrid dan Barcelona,” ucap Aboutrika.

Lihat juga:

Manchester United, Silakan Bicara Juara Liga Inggris

“Menurut saya Liverpool mempertimbangkan menjual Salah karena alasan ekonomi. Saya tidak punya pengaruh terhadap keputusan Salah. Dia teman dan adik saya, dia cukup pintar untuk memilih yang terbaik untuk dia,” sambung Aboutrika.

(har/jal)


Next Post

Malioboro Bebas Rokok Masih Sosialisasi, Pemkot Siapkan Denda

Yogyakarta, Indonesia — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah menetapkan Malioboro sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sejak 12 November 2020. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan hingga saat ini masih tahap sosialisasi ke masyarakat. “Kami masih sosialisasi agar masyarakat tahu Malioboro adalah kawasan Prokes Covid-19 dan Kawasan Tanpa Rokok,” kata Heroe, Sabtu […]