Merenungi Makna Natal yang Sesungguhnya menurut Alkitab

Farah

Suka cita perayaan Natal seringkali dapat mengaburkan makna Natal yang sesungguhnya. Berikut renungan singkat makna Natal yang sejati menurut Alkitab.

Jakarta, Indonesia —

Setiap bulan Desember umat Kristiani bersuka cita dalam Natal. Suka cita Natal dirayakan dengan berbagai cara mulai dari yang sederhana sampai mewah.

Namun di tengah suka cita pesta, keceriaan, dan hadiah, mari luangkan waktu sejenak untuk merenungi makna Natal yang sesungguhnya menurut Alkitab, merenungi kehadiran Yesus dalam iman Kristiani.

Natal adalah momen spiritual bagi umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus. Lahirnya Yesus menggambarkan kasih Tuhan bagi dunia.

Seperti yang tertulis pada Lukas 2: 4-19 “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Bethlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud. Supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.

“Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”

Ilustrasi Kelahiran YesusFoto: Alexas_Fotos/Pixabay
Ilustrasi. Asal usul Natal yang ditandai dengan momen spiritual umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus.

Ramalan tentang kedatangan Yesus sudah terlebih dahulu ditulis oleh Yesaya pada kisah perjanjian lama di Alkitab. Saat umat Kristiani merayakan Natal, sejatinya merayakan suatu momen dalam sejarah ketika sebuah ramalan tergenapi.

Meski tidak diketahui pasti kapan tanggal lahir Yesus, namun kehadiran Yesus sang Juru Selamat ke dunia dimaksudkan untuk menebus dosa manusia.

Tanpa Yesus, umat manusia akan tenggelam dalam dosa. Dosa yang diwariskan dari manusia pertama ciptaan Tuhan, Adam dan Hawa.

Namun demikian, umat Kristiani banyak yang larut dalam pesta serta menganggap Natal sebagai perayaan tahunan yang biasa saja. Natal haruslah dimaknai sebagai kelahiran Raja di atas segala Raja.

Memaknai kelahiran dan pengorbanan Tuhan dengan introspeksi diri sebagai berikut.


Memperbaiki komunikasi dengan Tuhan

ilustrasi doa katolikFoto: iStockphoto/Delmaine Donson
ilustrasi merenungi makna Natal yang sesungguhnya: Memperbaharui cara berkomunikasi dan komitmen dengan Tuhan. 

Dalam hidup seringkali manusia disibukkan dengan aktivitas hingga lupa membiasakan diri berbicara dengan Tuhan melalui doa.

Saat ibadah minggu pun, manusia masih disibukkan dengan smartphone dan sering menyudahi ibadah lebih dulu sebelum menerima berkat.

Sementara akan rajin berdoa saat hanya membutuhkan atau menginginkan sesuatu maupun dirundung kesusahan. Momen Natal ini menjadi waktu yang tepat bagi manusia untuk lebih bisa memperbaharui cara berkomunikasi dan komitmen dengan Tuhan.

Lihat juga:

Uskup Agung Semarang Ingatkan Prokes Ketat Gereja saat Natal


Buat Tujuan Rohani

Ilustrasi alkitabFoto: Pixabay/jclk8888
Ilustrasi. Merenungi makna Natal yang sesungguhnya menurut Alkitab 

Setelah memperbaiki komunikasi dengan Tuhan, buatlah tujuan rohani dalam hidup Anda. Tak harus menjadi pendeta untuk menjawab panggilan Tuhan.

Anda bisa memulainya dengan dari hal sederhana seperti aktif dalam pelayanan gereja.

Memulai dari pelayanan gereja, Anda akan secara terbiasa menjalin komunikasi dengan Tuhan. Komunikasi yang baik menandakan kedekatan Anda dengan Tuhan dan bagaimana Anda mengandalkan Tuhan bekerja dalam hidup anda.

Dengan demikian setiap perayaan hari besar Kristiani dapat dimaknai dengan baik. Termasuk merenungi makna Natal yang sesungguhnya menurut Alkitab yang lebih dari sekadar pesta dan bertukar hadiah.

Kemudian sadari apa yang menjadi bakat anda. Tuhan membekali manusia dengan talenta tertentu yang dapat kita kembangkan. Melalui talenta inilah bagaimana Tuhan berkarya dalam Anda.

Talenta itu juga bisa disalurkan ke dalam pelayanan gereja. Jika Anda bakat bermusik bisa membantu para choir dalam ibadat gereja.


Merenungi Makna Natal dengan Introspeksi Diri

Introspeksi diri saat Natal bersama keluarga juga merupakan bentuk memaknai kelahiran Yesus ke dunia dan pengorbanannya untuk umat manusia.

Saling memaafkan kesalahan dalam keluarga merupakan cerminan cinta kasih Yesus akan anak-anak-Nya.

Natal haruslah menjadi cerminan baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar.

Natal menjadi saat yang tepat memperbaiki diri dengan Tuhan dan sesama. Bagaimana hidup kita dapat menjadi berkat untuk banyak orang.

Lihat juga:

Misa Malam Natal Katedral Jakarta Ajak Umat Tak Egois

(imb/fef)

[Gambas:Video ]


Next Post

Andrew Yang Mencalonkan Diri Jadi Wali Kota New York

Jakarta, Indonesia — Mantan kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Andrew Yang, mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota New York 2021. Nama Yang muncul dalam daftar kandidat Dewan Keuangan Kampanye Kota New York untuk pemilu 2021. Pekan lalu, Yang memang dilaporkan berencana maju dalam pemilihan wali kota dalam beberapa […]