Mercedes-Benz Tak Mau Lagi Produksi Mobil Manual

Farah

Berhenti memproduksi mobil manual adalah konsekuensi rencana Mercedes-Benz yang ingin lebih banyak memproduksi mobil listrik.

Jakarta, Indonesia —

Transmisi manual pada mobil semakin tidak relevan seiring perkembangan teknologi otomotif. Salah satu merek yang menyatakan bakal berhenti memproduksinya adalah Mercedes-Benz karena ingin beralih ke teknologi listrik.

Jurnalis otomotif Autocar, Greg Kable, dalam cuitannya di Twitter melaporkan bahwa Marcus Schaeffer, bos R&D Mercedes-Benz, mengatakan, perusahaan bakal ‘menghapus transmisi manual’ sebagai bagian dari upaya menghemat biaya produksi global.

[Gambas:Twitter]




Selain itu Schaeffer juga disebut beralasan strategi ini untuk ‘mengurangi platform substansial’ dan ‘secara dramatis mengurangi mesin pembakaran dalam’.

Mercedes-Benz dikatakan bakal menggunakan arsitektur yang sama untuk menghasilkan banyak model. Ini berkaitan dengan rencana beralih besar-besaran ke teknologi listrik.

“Kami akan mengurangi porfolio ICE [Internal Combustion Engine] hingga 40 persen pada 2025 dan sampai 70 persen pada 2030. Ini termasuk kita tidak lagi menawarkan transmisi manual pada jangka menengah. Meski begitu, perubahan ini akan terjadi alami ketika kami mengganti generasi kendaraan,” jelas sumber dari Mercedes-Benz seperti dilansir dari The Drive.

Lihat juga:

Cara Nyetir Mobil Manual Agar Tak Mundur Saat Macet Tanjakan

Transmisi manual memang bukan favorit Mercedes-Benz, menurut The Drive, perusahaan asal Jerman ini disebut hanya menawarkannya terbatas, misalnya pada A-Class di Inggris. Sementara di Amerika Serikat, Motor1 menjelaskan Mercedes-Benz terakhir kali menawarkan manual pada SLK250 produksi 2015.

Sedangkan di Indonesia, Mercedes-Benz saat ini tidak menawarkan satupun model transmisi manual.

(fea)

[Gambas:Video ]

Next Post

VIDEO: Luca Marini Kecelakaan Hebat di FP2 GP Prancis