Mengecap Kebebasan, Melayang di Langit Manado

Farah

Jika Bunaken tak menjadi tujuan wisata #DiIndonesiaAja kali ini, pengunjung bisa coba menguji nyali di Skyline Tetempangan Hill.

Jakarta, Indonesia —

Laut, pantai, hutan, juga bukit merupakan bagian kekayaan alam Kota Manado. Jika Bunaken tak menjadi tujuan wisata #DiIndonesiaAja kali ini, pengunjung bisa coba menguji nyali di Skyline Tetempangan Hill.

Skyline Tetempangan Hill yang terletak di Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa kerap disebut sebagai tempat paralayang paling ideal. Nanvie Kowaas Tagah mengatakan lokasi tersebut memiliki beberapa keunggulan, seperti tiga titik arah lepas landas yang memungkinkan pilot paralayang terbang ke tiga arah.

“Pragliding yang ada di Manado ini, kita punya kelebihan three ways directions. Jadi kita bisa terbang di tiga arah mata angin. Spesial di Tetempangan ini, bisa terbang dengan arah Manado, arah Mokupa, dan arah laut,” kata Nanvie.

Menurut Nanvie, di masa pandemi ini pihaknya pun mengikuti ketetapan protokol kesehatan yang berlaku, seperti menjaga jarak, penyediaan hand sanitizer, serta pemakaian masker.

Nyali pengunjung ditantang untuk melayang dari ketinggian 568 meter du atas permukaan laut. Anda akan diayun angin di langit Manado, mengecap kebebasan bak burung sambil memandangi keindahan Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, sampai Pulau Siladen.

Namun bila melayang di ketinggian tidak menjadi pilihan, masih ada Air Terjun Kengkang yang berlokasi sedikit di luar Kota Manado. Memiliki ketinggian 90 kilometer, air terjun ini menawarkan pemandangan alami yang menakjubkan. Udara segar dan deburan air terjun akan terasa menyejukkan dan menenangkan.

Di sini, Anda bisa berayun melewati batas tebing. Jangan khawatir, wahana telah dipersiapkan dengan cermat untuk menjamin keselamatan peserta. Ayunan raksasa ini tidak disarankan untuk pengunjung yang takut ketinggian. Untuk mereka yang darahnya berdesir memandang ketinggian, disediakan kanopi tersendiri di sebelah kanan atas ayunan.

Jangan lupa untuk menyiapkan perut mencicipi makanan khas Manado yang sedap, seperti rahang tuna bakar rica dan nasi goreng rica. Dibuat memakai rempah-rempah lokal, kedua menu itu disebut sebagai yang terlaris di Rumah Makan Tampurung, Manado.

“Ciri khas Rumah Makan Rica Tampurung, yaitu cabenya kita sajikan dengan tampurung. Kalau di sini, itu rahang tuna,” kata Feibry, pemilik Rumah Makan Rica Tampurung.

Feibry mengklaim menu-menu yang disajikan menggunakan resep minyak sambal rahasia keluarga. Rahang ikan tuna yang jadi menu utama dibakar selama 10 menit sambil terus diolesi bumbu spesial.

Sama seperti berbagai lokasi wisata #DiIndonesiaAja yang lain, Feibry menegaskan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan sesuai standar. Kemenparekraf pun turut memastikan hal tersebut lewat protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) yang terus digalakkan demi pemulihan pariwisata dan perekonomian Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(rea)


Next Post

Gibran-Teguh Janji Bakal Menjembatani Buruh dan Pengusaha

eKepada para buruh, Teguh Prakosa menjanjikan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk memayungi kelompok buruh informal terkait fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan jika terpilih menjadi wakil wali kota nanti. “Syukurnya kita sudah punya UU Cipta Kerja. Nanti kalau ada celah kita akan usahakan membuat kebijakan untuk teman-teman informal ini agar nanti […]