Mendag Belajar dari Jack Ma Atur e-Commerce di Indonesia

Farah

Jakarta, Indonesia —

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengaku belajar dari kasus miliarder asal China, Jack Ma dalam mengatur perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia. Dari kasus Jack Ma, ia mengaku belajar bahwa penyelenggaraan perdagangan tetap harus dilakukan secara adil dan bermanfaat, termasuk perdagangan di e-commerce.

Diketahui, Jack Ma dikabarkan menghilang usai bersitegang dengan Presiden China Xi Jinping. Peristiwa hilangnya pendiri e-commerce raksasa, Alibaba ini dimulai dari pernyataan Jack Ma yang membuat gusar Xi dan pemerintah China.

“Karena saya ini kan wasit, jadi kadang-kadang kami mempelajari tren-tren internasional. Waktu Jack Ma saat itu hilang, ditahan di China sana, saya itu mempelajari, dan salah satu tuduhan pemerintah China adalah, kasarnya ini dia (Jack Ma) itu menyelenggarakan (perdagangan) dari hulu sampai hilir, dan ini yang disebut dalam perdagangan e-commerce itu winners takes all,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Tatanan Baru Ekspor-Impor, dan Perdagangan Digital, Kamis (18/3).




Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan saat ini tengah mempersiapkan aturan untuk perdagangan e-commerce. Secara umum, regulasi tersebut memastikan perdagangan e-commerce yang terjadi di Indonesia harus sesuai dengan asas perdagangan yang berlaku, yaitu adil dan bermanfaat.

“Jadi kalau China saja (yang) negaranya sudah advance begitu, mempunyai ketakutan dari pada winners takes all, satu orang menguasai hajat hidup orang banyak, tentunya ini menjadi suatu concern yang luar biasa buat saya yang kebetulan memimpin Kementerian Perdagangan,” ucapnya.

Alasannya, mantan duta besar Indonesia untuk AS itu mengatakan e-commerce memunculkan peluang terjadinya perdagangan yang tidak setara alias tidak memiliki level equal playing field. Sebab, penjual dan pembeli tidak diatur, sehingga kerap memunculkan pertarungan yang liar.

Lihat juga:

Kronologi Nasabah BRI Kehilangan Uang Rp400 Juta di Makassar

Sayangnya, dalam pertandingan liar tersebut kerap kali yang terhempas adalah UMKM. Namun, ia memastikan aturan e-commerce yang akan dikeluarkan nantinya tidak akan menghambat perkembangan e-commerce tersebut.

“Saya tentunya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa pertumbuhan ini tidak terhambat, tetapi sebagaimana pertandingan tinju juga, kalau diatur tentunya akan terjadi penghambatan-penghambatan. Tetapi memastikan bahwa pertarungannya itu selevel, setara, dan pertarungannya itu adil,” tegasnya.

Seperti diketahui, transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh pesat, khususnya setelah pandemi covid-19. Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai transaksi e-commerce bisa melonjak sampai Rp377 triliun pada tahun ini.

Lihat juga:

Aturan Khusus THR 2021 Ditargetkan Kelar Awal Ramadan

Selama pandemi, masyarakat memanfaatkan digitalisasi keuangan untuk bertransaksi sehingga mendorong penjualan di e-commerce.

“Ekonomi dan keuangan digital akan meningkat pesat. Pada 2021, nilai transaksi e-commerce akan mencapai Rp337 triliun,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020.

[Gambas:Video ]

(ulf/age)


Next Post

Ketum PBSI: Mental Pemain Indonesia Down

Jakarta, Indonesia — Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Agung Firman menyebut kondisi mental pemain down usai Indonesia dipaksa mundur dari All England. Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/3), Agung mengakui bahwa kondisi kesehatan pemain Indonesia bagus. Namun dari segi mental, insiden ini merupakan pukulan […]