Menang Pemungutan Suara Elektoral, Biden Kritik Keras Trump

Farah

Presiden AS terpilih Joe Biden menyampaikan kritik pedas terhadap Donald Trump yang menyebutnya telah menentang konstitusi dan 'keinginan rakyat'.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden memberikan kritikan pedas terhadap sikap rivalnya, Donald Trump dan Partai Republik yang selama ini menolak mengakui kekalahan dalam pemilihan umum.

Dalam pidatonya di Delaware usai pengumuman hasil pemungutan suara elektoral (electoral college), Senin (14/12), Biden menyebut jika Trump selama ini telah menentang konstitusi dan ‘keinginan rakyat’ karena tidak menerima hasil pemilu.

“Itu adalah posisi yang sangat ekstrim yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Sebuah posisi yang menolak untuk menghormati keinginan rakyat, menolak untuk menghormati aturan hukum, dan menolak untuk menghormati konstitusi kami,” kata Biden dalam pidatonya seperti mengutip AFP.

Kritik pedas Biden tersebut merujuk pada gugatan hukum Partai Republik yang berusaha membatalkan kemenangannya di beberapa negara bagian kunci. Namun gugatan tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung.

Biden juga memuji para pemilih karena jumlahnya telah menapai rekor, meski dilakukan di tengah kekhawatiran penularan virus corona, tekanan politik, pelecehan verbal, dan ancaman kekerasan fisik.

“Api demokrasi telah menyala di negeri ini sejak lama. Dan kita sekarang tidak tahu apa-apa, bahkan pandemi atau penyalahgunaan kekuasaan tidak dapat memadamkannya,” ujar Biden.

“Ini adalah harapan tulus saya agar kami tidak pernah lagi melihat siapa pun yang mengalami ancaman dan pelecehan seperti yang kami lihat dalam pemilihan ini.”

Sosok mantan wapres era Barack Obama ini juga mengecam Partai Republik yang mendukung klaim penipuan oleh Trump tanpa ada bukti kuat. Ia mengatakan jika Mahkamah Agung telah mengirimkan ‘sinyal jelas’ terkait tuntutan tanpa bukti Trump.

Ia juga menyebut jika kemenangannya ini menjadi momen tepat untuk ‘membalik halaman’ bersatu dan menyembuhkan luka yang selama ini muncul.

“Dalam pertempuran untuk jiwa Amerika, demokrasi menang. Kami rakyat memilih. Keyakinan pada institusi kami dipegang. Integritas pemilu kami tetap utuh. Jadi, sekarang saatnya kembali ke halaman. Untuk Bersatu. untuk menyembuhkan,” ucapnya.

Lihat juga:

Pemungutan Suara Elektoral Bakal Tentukan Nasib Biden-Harris

Kemenangan Biden dalam pemilu dikukuhkan lewat pemungutan suara elektoral (electoral college) pada Senin (14/12).

Sekitar 55 pemilih California, negara bagian terbesar di AS berkumpul di Sacramento untuk memilih Biden. Kemenangan ini menjadikan Demokrat melampaui ambang perolehan minimal 270 suara elektoral untuk memperkuat kemenangan.

Biden mengukir sejarah dengan memenangkan lebih dari 63 persen suara di negara bagian, sementara Trump memperoleh sekitar 34 persen suara. Sejak 1992 California menjadi basis perolehan suara elektoral bagi Partai Demokrat. Sejauh ini hanya enam pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Partai Republik di negara bagian itu.

(AFP/evn)

[Gambas:Video ]


Next Post

Muhammadiyah Klarifikasi Pemblokiran Akun oleh Facebook

Jakarta, Indonesia — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti memastikan akun resmi Muhammadiyah di media sosial Facebook tak pernah di-takedown alias diblokir seperti yang tengah ramai dibicarakan. Mu’ti mengatakan, akun yang dibekukan Facebook adalah grup ‘Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean’. Itu bukan akun yang dikelola PP Muhammadiyah. “Facebook persyarikatan Muhammadiyah tidak di-takedown. Sampai saat ini […]