Breaking News in Indonesia

Memahami Pergeseran Makna Paskah Dulu dan Kini

Jakarta, Indonesia —

Paskah 2021 ini akan jatuh pada Minggu, 4 April. Makna Paskah bagi umat Kristiani adalah merayakan kebangkitan Yesus setelah kematiannya.

Peristiwa tersebut merupakan nubuat Mesias yang digenapi untuk mati berkorban demi menebus dosa-dosa manusia dan bangkit pada hari ketiga.

Namun ada perbedaan makna paskah pada masa dulu dan saat ini yang dimaknai umat Kristiani seluruh dunia.

Makna Paskah Dulu

A girl dressed as an angel walks over a sawdust rug during an Easter procession representing the resurrection of Christ, in the Brazilian historic city of Ouro Preto, Minas Gerais State, on April 21, 2019. - The streets are decorated by locals and tourists who use about 60 tons of coloured sawdust. (Photo by Douglas MAGNO / AFP)Foto: Douglas MAGNO / AFP
Ilustrasi. Makna Paskah pada zaman dulu

Perayaan Paskah dulu dirayakan bersamaan dengan tradisi pagan Yahudi, sehingga terjadi percampuran budaya di dalamnya.

Masa paskah pra-Kristiani diisi dengan banyak tradisi, sedangkan Paskah dalam tradisi pagan tidak merayakan Paskah untuk menghormati kebangkitan Yesus dari kematian.

Menarik sejarah panjangnya, mulanya Paskah merupakan hari suci bagi kaum kepercayaan atau nonagama memuja Dewi Pagan Saxon, Eastre, mengutip History.

Tradisi pemujaan itu dirayakan setiap awal musim semi. Tradisi tersebut secara perlahan berubah usai misionaris Kristen kala itu mulai menyebarkan agama Kristen.

Dalam perjalanan kisah Kristus yang beriringan dengan tradisi perayaan pagan, secara perlahan tradisi tersebut dikenal sebagai Paskah.

Dalam tradisi Paskah modern, tradisi pagan masih bertahan hingga saat ini. Hal ini bisa terlihat dari kelinci dan telur yang menjadi bagian dari tradisi Paskah.

Ilustrasi menghias telur paskahFoto: kaboompics
Ilustrasi menghias telur Paskah. 

Menghias telur merupakan salah satu tradisi pagan. Telur disimbolkan sebagai lambang kesuburan dan kelahiran pada masa pra-Kristiani.

Dalam perjalanannya, telur kemudian disimbolkan sebagai lambang Kebangkitan, layaknya Yesus yang bangkit dari kematian.

Melansir Christianity, makna paskah kelinci disimbolkan sebagai lambang kemakmuran dan kesuburan. Hal ini didasarkan pada kecenderungan kelinci yang berkembang biak dengan subur.

Kemudian pada tahun 595 Masehi, Paus Gregorius mengutus para misionaris Roma untuk mempertobatkan kaum Anglo Saxon.

Anglo Saxon sendiri merupakan nenek moyang orang Jerman. Saat kaum Anglo Saxon memeluk Kristen dan menerima perayaan kebangkitan Yesus saat paskah, tradisi menghias telur dan kelinci tetap dirayakan sebagai sebuah tradisi Paskah.

Lihat juga:

Makna Rabu Abu, Dari Debu akan Kembali Jadi Debu

Makna Paskah Saat Ini

Ilustrasi Salib YesusFoto: condesign/Pixabay
Ilustrasi. Makna Paskah saat ini bagi umat Kristiani adalah perenungan kemenangan Yesus atas kematian.

Makna Paskah saat ini direnungi umat Kristiani sebagai kemenangan Yesus Kristus atas kematian. Kebangkitannya melambangkan kehidupan kehidupan kekal yang diberikan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.

Kebangkitan Yesus juga melambangkan verifikasi lengkap sabda Kristus selama masa pelayanan-Nya. Jika Yesus tidak bangkit dan sekadar mati mungkin saja Yesus hanya dianggap sebagai guru atau Rabi.

Namun kebangkitan-Nya mengubah dan membuktikan bahwa Ia benar-benar Anak Allah dan satu-satunya yang berhasil menaklukkan maut.

Akan tetapi, Paskah tidak selalu melambangkan kebangkitan Kristus saja, melainkan juga sebagai bukti janji-Nya yang mulia akan kehidupan kekal bagi mereka yang percaya dan setia mengikuti-Nya.

Kebangkitan Yesus juga bisa dimaknai sebagai penyembuh bagi mereka yang tersakiti jiwanya. Makna Paskah menjadi momen bagi mereka yang jauh dari Tuhan untuk kembali mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Membiarkan Tuhan Yesus memimpin hidup umat-Nya.

Lihat juga:

Doa Koronka Kerahiman Ilahi untuk Mohon Pertobatan

(imb/fef)

[Gambas:Video ]