Breaking News in Indonesia

Masih Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 0,74 Persen Kuartal I

Jakarta, Indonesia —

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74 persen pada kuartal I 2021. Angka itu berbanding terbalik dibandingkan kuartal I 2020 sebesar 2,97 persen.

“Ekonomi Indonesia terkontraksi 0,74 persen. Jadi sekali lagi secara year on year perekonomian Indonesia mengalami kontraksi 0,74 persen,” ucap Suhariyanto, Rabu (5/5).

Kontraksi ekonomi Indonesia berbanding terbalik pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang yang tercatat positif pada kuartal I 2021. Rinciannya, China tumbuh 18,3 persen, Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,4 persen, Singapura tumbuh 0,2 persen, Korea Selatan tumbuh 1,8 persen, Hong Kong tumbuh 7,8 persen. Sementara, Uni Eropa minus 1,7 persen.

Kinerja ekonomi pada tiga bulan pertama juga mencerminkan kondisi resesi ekonomi yang belum berakhir.

Sebelumnya, beberapa menteri memproyeksi pertumbuhan ekonomi minus pada kuartal I 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto misalnya, ia memprediksi pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini minus 0,3 persen-0,5 persen.

Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,6 persen sampai minus 0,9 persen pada kuartal I 2021. Menurutnya, ekonomi baru bisa menyentuh zona positif pada kuartal II 2021.

Secara keseluruhan, Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi pertumbuhan ekonomi tembus 4,5 persen-5,3 persen pada kuartal I 2021. Namun, hal ini akan bergantung dari dinamika penularan covid-19 dan program vaksinasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 akan bergantung pada kuartal II 2021 nanti. Target pemerintah akan terwujud jika ekonomi kuartal II 2021 tembus 7 persen.

[Gambas:Video ]

 

(aud/sfr)