Ma’ruf Pastikan Label Halal Sinovac Terbit Jelang Vaksinasi

Farah

Ma'ruf Amin memastikan MUI akan menerbitkan label halal untuk vaksin Covid-19 dari perusahaan China, Sinovac Biotech Ltd., sebelum dilakukan vaksinasi massal.

Jakarta, Indonesia —

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memastikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menerbitkan label halal untuk vaksin Covid-19 dari perusahaan China, Sinovac Biotech Ltd., sebelum vaksinasi massal.

Ma’ruf menyampaikan perwakilan MUI telah dikirim ke China untuk mengecek kandungan vaksin Sinovac. Pengecekan itu berbarengan dengan kunjungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Vaksinnya sudah ada dan sudah diperiksa. Yang ada di Beijing, sudah ada tim bersama BPOM juga Majelis Ulama. Menjelang vaksinasi sudah harus lebih dulu keluar (label halal),” kata Ma’ruf dalam siaran langsung di akun Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia, Kamis (19/11).

Ma’ruf menjelaskan vaksin boleh digunakan dengan dua alasan, yaitu memang halal ataupun dalam keadaan darurat. MUI punya peran untuk menentukan boleh atau tidaknya vaksin Covid-19 digunakan berdasarkan ajaran Islam.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf juga meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi. Ma’ruf memantau proses vaksinasi yang akan dilakukan mulai dari pendaftaran daring hingga penyuntikan vaksin.

Lihat juga:

Jubir Sebut Wapres Tunggu Laporan MUI soal Kehalalan Sinovac

Ia memberi sejumlah catatan terhadap simulasi vaksinasi. Menurutnya, Kemenkes perlu memerhatikan kesiapan data peserta vaksinasi, distribusi vaksin, hingga pengelolaan limbah vaksin.

“Ini persiapan betul-betul cukup matang supaya nanti terjadi vaksinasi itu tidak ada hambatan apa-apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia membuat perjanjian kerja sama pengembangan vaksin dengan sejumlah perusahaan internasional. Salah satunya dengan Sinovac, perusahaan asal China.

Dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (12/10), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengajukan anggaran Rp45,5 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk membeli 260 juta vaksin corona dari Sinovac.

Lihat juga:

Luhut Sebut Vaksinasi Covid-19 Dimulai Pekan Ketiga Desember

Saat ini Pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan pengadaan 143 juta dosis konsentrat vaksin dengan perusahaan farmasi asal China yaitu Sinovac, Sinopharm dan CanSino. Masing-masing 65 juta dan 15 juta hingga 20 juta konsentrat vaksin. Vaksin itu rencananya akan diproduksi oleh BUMN PT Bio Farma.

Selain dengan China, Indonesia juga menjalin kerja sama vaksin dengan perusahaan teknologi G-24 asal Uni Emirat Arab (UAE) pada pertengahan Agustus lalu. Sebanyak 10 juta dosis vaksin dipasok melalui kerja sama dengan PT Kimia Farma.

Kemudian masih ada 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca diharapkan dapat dilakukan pengiriman pertama pada kuartal kedua 2021.

(dhf/pmg)

[Gambas:Video ]


Next Post

Xi Jinping Bertekad Jaga 'Ukuran Super' Ekonomi China

Jakarta, Indonesia — Presiden China Xi Jinping bersumpah menjadikan negaranya sebagai pusat atau titik poros perdagangan bebas global. Ia juga bersumpah menjaga ekonomi negaranya tetap berukuran super dan tetap terbuka. Sumpah ia sampaikan dalam Forum APEC yang digelar secara daring pada Kamis (19/11) ini. Dia juga bersumpah terbuka untuk berdagang dan melawan segala upaya yang […]