Breaking News in Indonesia

Maia Estianty Positif Covid-19 Kedua Kali Karena Pelukan

Jakarta, Indonesia —

Artis Maia Estianty mengaku sempat positif virus corona atau covid-19 untuk kedua kalinya pada akhir Maret 2021. Ia terjangkit virus lantaran sempat berpelukan dengan seseorang yang ternyata positif covid-19.

Kabar ini dibagi Maia kepada publik melalui akun Youtube pribadinya, MAIA ALELDUL TV pada Jumat (9/4). Status positif diketahuinya usai menjalani PCR test.

“Walau aku biasanya sangat jaga prokotol, tapi ternyata aku ketemu orang yang kemudian aku peluk, ternyata orang yang aku peluk ini positif. Jadi pada akhirnya aku kena meski tidak berat, ringan super ringan, alhamdulillah dua kali dikasih ringan,” ungkap Maia seperti dikutip Indonesia.com dari akun Youtubenya.

Usai mengetahui positif covid-19, mantan istri Ahmad Dhani itu pun langsung melakukan isolasi mandiri selama lima hari. Isolasi dilakukan di kamar anak sulung, Al Ghazali yang sementara waktu tidak ditempati oleh putranya itu.

Pilihan Redaksi
  • Kena Covid-19, Maia Estianty Sempat Bingung soal Swab Antigen
  • 10 Artis yang Positif Covid-19, Andrea Dian hingga Bunda Maia
  • Zara Adhisty Ungkap Pernah Terinfeksi Corona, Kini Negatif

“Kali ini berbeda dengan (positif) covid yang sebelumnya aku kena. Kalau yang sekarang, ada sedikit gejala dari yang dulu dan penyembuhannya aku butuh waktu lima hari untuk isolasi mandiri, baru di hari keenam aku sudah negatif,” ujarnya.

Maia kemudian membagi perbedaan kondisi yang dialaminya saat terjangkit covid-19 pertama kali dan kedua kalinya. Positif covid-19 pertama dialaminya pada Desember 2020.

Kala itu, ia mengatakan tidak ada gejala yang dirasakan, sehingga level sakit yang dialami tergolong ringan. Namun, CT value saat positif covid-19 pertama mencapai 29.

“Di akhir Desember (2020) aku kena, meski cuma sehari, terus sembuh. Tapi habis itu, di Maret (2021) akhir, aku kena, tiga bulan setelah kena covid pertama, pas banget,” katanya.

Pada positif covid-19 kedua, Maia mencatat CT value-nya berada di angka 27. Kendati lebih rendah, namun ia mengalami gejala ringan berupa gatal di tenggorokan.

“Jadi agak sedikit tenggorokan gatal, meski sedikit, tapi itu adalah gejala. Belum batuk sih aku, cuma gatal, tapi enggak gatal-gatal banget. Yang aku pikir biasa saja, tapi ternyata itu gejala dari covid,” terangnya.

Lebih dari itu, ia mengaku tidak ada gejala lain yang dirasa. Atas kondisi ini, lantaran sudah belajar dari pengalaman positif yang pertama, Maia mengaku langsung buru-buru memperbanyak suntikan vitamin ke tubuhnya melalui alat infus.

Dalam sehari, ia mengaku bisa menghabiskan tiga kantong vitamin untuk diinfus ke tubuh. Selain itu, ia juga istirahat maksimal dengan menerapkan pola tidur delapan jam per hari selama masa isolasi mandiri.

“Aku nonton video, pokoknya hal-hal yang bikin pikiran kita tidak drop. Kalau pikiran kita drop, bisa jadi lama recovery-nya, karena pikiran negatif yang terlalu takut dengan covid atau terlalu was-was, biasanya penyembuhannya lumayan lama karena imunitas itu tergantung pikiran kita juga. Jadi jaga mental, jangan ada pikiran was-was supaya imun tetap bagus,” tuturnya.

Pada hari keenam, Maia kemudian melakukan pemeriksaan lagi melalui skema PCR test. Hasilnya, ia sudah negatif.

Setelah itu, ia mengaku langsung melakukan CT Thorax atau scan paru-paru. Hal ini dilakukannya karena khawatir terhadap kondisi organ dalam tubuh lantaran sudah dua kali terkena covid-19.

“Alhamdulillah paru-paru aku bersih, terus dicek lab, darahnya, semuanya normal. Jadi aku dapat dua kali covid, alhamdulillah ringan,” ucapnya.

Di sisi lain, Maia mengingatkan publik untuk mau melakukan vaksinasi covid-19. Menurutmya, meski vaksin tidak menjamin seseorang 100 persen akan bebas dari covid-19, tapi setidaknya akan menambah antibodi, sehingga ketika terjangkit covid-19 pun, gejalanya cenderung ringan.

“Tapi dari yang aku survei dari teman-temanku, rata-rata mereka dapat mild covid, covid yang ringan, organ tubuhnya tidak dirusak oleh covid, jadi kalau ada pertanyaan kok kamu kena covid padahal sudah vaksin? Ya menurutku sih, teman-temanku yang sudah vaksin bisa kena covid karena vaksin tidak membuat untuk tidak kena sama sekali, tapi bisa kena, hanya saja organ dalam tubuhnya terlindungi. Jadi vaksin saja,” pungkasnya.

(uli/chs)

[Gambas:Video ]