Lewat Lagu, Sasa Bangkitkan Semangat dan Harapan Warga Dunia

Farah

Jakarta, Indonesia —

Pandemi di Indonesia sudah berlangsung kurang lebih setahun sejeak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret tahun lalu. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan laju penularan melalui beragam pembatasan dan peraturan dengan mendasarkan protokol kesehatan.

Tidak hanya di Indonesia, tapi berbagai negara dan warga dunia juga bahu membahu untuk mengembalikan perekonomian yang terdampak dari pandemi yang tak kunjung selesai.

Untuk itu Sasa berkolaborasi dengan grup musik HIVI! meluncurkan lagu Sasa to the World yang ditujukan untuk membantu warga dunia menumbuhkan optimisme di tengah pandemi.

Nikmati nikmati saja walau tiada yang pasti tetap bahagia… tetap Bahagia…
Nikmati nikmati saja nantikan juga akan terasa kelezatannya
Coba yang beda siapa tahu suka
Coba yang sehat siapa tahu lezat
Coba semua yang ada pasti bahagia
Itulah sepenggal lagu ‘Sasa to The World’ yang mengajak masyarakat untuk memandang positif
kondisi pandemi saat ini. Meskipun banyak ketidakpastian yang hadir, tapi kebahagiaan tetap bisa
dinikmati setiap orang.

PT. Sasa IntiFoto: Dok. Sasa.

Itulah sepenggal lirik lagu hasil kolaborasi yang menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility alias CSR global yang merupakan sumbangsih Sasa bekerja sama dengan banyak orang dari berbagai negara. Tujuannya untuk membangkitkan semangat dan harapan bagi warga dunia.

“Badai pasti berlalu. Sasa adalah bagian dari dunia, dunia adalah Sasa. Sebagai pemimpin perusahaan makanan dan bumbu dapur dari Indonesia, lagu Sasa to the World adalah bentuk kontribusi tulus kami terhadap semua. Good Speed #HappinessIsSasa,” ujar CEO PT Sasa Inti, DR Rudolf Tjandra.

PT. Sasa IntiFoto: Dok. Sasa.

Rudolf mengatakan, Sasa mengajak dunia untuk bangkit dari pandemi dan terus berpikir positif bahwa seberat apapun menghadapi pandemi Covid-19 saat ini optimisme perlu tetap dijaga bersama-sama.

Lebih lanjut Rudolf percaya semua manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang tangguh, berakal cerdas dan bisa menghadapi segala tantangan. Pandemi pasti bisa dilalui selama semuanya bersatu padu tanpa memandang bangsa, tanpa membedakan peran perempuan dan laki-laki, ras, dan juga agama.

“Bagi kami, Sasa adalah bentuk kebahagiaan dan harapan. Pandemi telah mengubah kebahagiaan dan harapan menjadi sebuah kepasrahan terhadap keadaan yang terjadi sekarang,” ujar Rudolf.

PT. Sasa IntiFoto: Dok. Sasa.

Ke depannya Sasa juga mengajak masyarakat untuk bisa melihat pandemi ini sebagai tantangan yang mesti diupayakan solusinya. Seperti komitmen Sasa yang turut hadir memberikan kontribusi demi satu tujuan mulia untuk Indonesia dan Dunia, yaitu menambahkan dan memperkuat produk Sasa dengan nutrisi, vitamin, dan mineral.

“Ini merupakan sebuah awalan untuk melihat pandemi ini bukan sebagai masalah yang malah membuat kita buru-buru angkat tangan, menyerah dan kalah,” ujar Rudolf.

“Kita perlu mengapresiasi tinggi kepada mereka yang masih memelihara optimismenya dengan terus berjuang, berikhtiar, sesuai kemampuan bidang masing-masing,” pungkas Rudolf.

(osc)

[Gambas:Video ]


Next Post

Utang Luar Negeri RI Bengkak Jadi Rp6.016 T pada Januari

Jakarta, Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$420,7 miliar atau setara Rp6.016,01 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS) pada akhir Januari 2021. Jumlah utang meningkat 2,6 persen secara tahunan namun lajunya melambat dibandingkan bulan lalu yang tumbuh 3,4 persen. Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI […]