Lelang ORI018 Dibuka Kamis Besok, Kupon 5,7 Persen per Tahun

Farah

Kemenkeu akan membuka lelang Obligasi Negara Ritel (ORI) 018 pada Kamis (1/10) dengan minimum pemesanan Rp1 juta per pemesanan.

Jakarta, Indonesia —

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melelang surat utang negara berseri Obligasi Negara Ritel 018 (ORI018) secara online mulai besok, Kamis (1/10). Surat utang akan dijual dengan penawaran kupon sebesar 5,7 persen per tahun.

“Masa penawaran pembukaan 1 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB. Penutupan 21 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB,” ungkap DJPPR dalam keterangan resmi, Rabu (30/9).

Surat utang negara yang ditawarkan tanpa warkat. Lalu, dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik atau lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID).




Hasil lelang akan ditetapkan pada 23 Oktober 2020. Kemudian, setelmen mulai 27 Oktober 2020 dan jatuh tempo 15 Oktober 2023.

Minimum pemesanan mulai dari Rp1 juta per pemesanan dan maksimal Rp3 miliar per pemesanan. Kupon yang ditawarkan bersifat tetap (fixed) dengan pembayaran setiap tanggal 15 setiap bulannya.

“Satu periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 15 Desember 2020. Pembayaran kupon pertama kali pada 15 Desember 2020,” terang DJPPR.

Proses pemesanan pembelian ORI018 secara online dilakukan melalui empat tahap, yaitu registrasi atau pendaftaran, pemesanan, (pembayaran, dan setelmen atau konfimasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan 26 mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Lihat juga:

Sri Mulyani Beberkan Strategi ‘Ngutang’ pada 2021

Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami memorandum informasi ORI018 yang dirilis pada tanggal 1 Oktober 2020 dan dapat diakses di landing page pada tautan www.kemenkeu.go.id/ori.

Mitra distribusi yang bekerja sama dengan pemerintah pada penerbitan ORI018 kali ini, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Lalu, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank OCBC NISP Tbk.

Selanjutnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Citibank N.A, PT. Bank Central Asia Tbk atau BCA, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank Danamon Tbk, dan PT Bank Victoria International Tbk.

Kemudian, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Bahana Sekuritas, PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT Investree Radhika Jaya (Investree), PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks). 

[Gambas:Video ]

(uli/sfr)

Next Post

Tayang di Mola TV Pekan Ini, City on A Hill

Jakarta, Indonesia — Platform penyedia streaming terlengkap di Indonesia, Mola TV menghadirkan serial baru di kanal film pada pekan ini. Serial bertajuk City on A Hill berkisah tentang seorang veteran FBI yang bekerja sama dengan asisten pengacara dalam penyelidikan perampokan bersenjata di tengah sistem peradilan yang korup. City on A […]