Lazada Konfirmasi Peretasan 1,1 Juta Akun RedMart

Farah

Data pribadi termasuk nama, email, dan kartu kredit dari 1,1 juta akun pengguna RedMart telah diretas. Pelaku meretas database yang telah lama tak diupdate.

Jakarta, Indonesia —

Lazada mengkonfirmasi peretasan data terhadap sekitar 1,1 juta akun pelanggan di platform toko kelontong online milik mereka, RedMart.

Sebagaimana dikutip dari ZDNet, perusahaan berbasis di Singapura itu menyebutkan peretasan terjadi pada basis data yang non-aktif dan telah lama tak diperbarui, dengan hosting melalui layanan pihak ketiga.

Pelaku sendiri mengklaim bahwa dirinya memiliki 1,1 juta akun yang berisi berbagai informasi pribadi seperti alamat surat, kata sandi yang telah terenkripsi, dan sebagian nomor kartu kredit.




Lazada menyatakan insiden tersebut hanya akan berdampak pada akun RedMart, sehingga data pengguna Lazada tidak terpengaruh.

RedMart pada Jumat (30/10) sempat meminta pelanggan untuk keluar (log-off) dari akun dan menyetel ulang kata sandi. Insiden keamanan data tersebut pun diumumkan telah ditemukan sejak 29 Oktober.

Dalam catatannya, Lazada menyebutkan bahwa sistem data base RedMart terakhir kali diperbarui pada Maret 2019.

Lihat juga:

WhatsApp Hapus 2 Juta Akun per Bulan yang Dianggap Tak Wajar

Lazada sendiri secara resmi mengintegrasikan akun RedMart sejak 15 Maret 2019 silam. Rencana integrasi aplikasi RedMart ke dalam platform e-commerce itu telah dicanangkan sejak Januari 2019.

Sementara RedMart diakuisisi oleh Lazada pada November 2016.

Dalam kolom tanya jawab yang diunggah dalam situs Lazada terkait insiden keamanan, disebutkan bahwa informasi kartu kredit pelanggan umumnya dapat dikatakan aman karena tidak menyimpan 16 digit nomor kartu penggunanya secara penuh.

Insiden dugaan pembobolan data pengguna itu pun telah dilaporkan ke Komisi Perlindungan Data Pribadi (The Personal Data Protection Commission/PDPC) Singapura dan sejumlah pihak lain terkait, termasuk aparat kepolisian setempat.

Lihat juga:

Mengenal Defacement Website, Peretasan yang Menimpa Tempo

(mjo/vws)

[Gambas:Video ]

Next Post

Pahami Wakaf, Ibadah yang Bantu Gerakkan Ekonomi Saat Corona

Jakarta, Indonesia — Pemerintah kini sedang gencar mendorong masyarakat untuk berwakaf. Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Kementerian Keuangan memaparkan potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp217 triliun. Angka itu setara dengan 3,4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun, literasi wakaf di Indonesia masih sangat rendah, yakni 54,48 persen. Realisasi itu masih lebih […]