Lawan Covid-19, Pemerintah Daerah Diminta Gencarkan 3T

Farah

Satgas Covid-19 mencatat tren penganganan virus bergerak kurang baik, maka pemerintah daerah diminta gencarkan tracing, testing, dan treatment (3T).

Jakarta, Indonesia —

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional meminta pemerintah daerah untuk menggencarkan tracing, testing dan treatment (3T) untuk melawan penyebaran Covid-19.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19 masih terdapat catatan untuk beberapa provinsi.

Dia menyebut perkembangan kasus Covid-19 tingkat nasional mingguan kini cenderung bergerak ke arah kurang baik. Satgas mengemukakan bahwa secara nasional pada pekan lalu terjadi peningkatan kasus positif sebesar 8,2 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Meskipun jumlah kasus sembuh terus bertambah setiap harinya, lanjut Wiku, namun sesungguhnya grafik secara mingguan menunjukkan perlambatan. Dia menyebutkan, jumlah jumlah kesembuhan pada pekan lalu melambat sebesar 6,7 persen dari pekan sebelumnya.

“Sudah 3 Minggu berturut-turut kasus sembuh mengalami penurunan, dan minggu inilah terjadi perlambatan paling besar. Ini adalah kondisi yang memprihatinkan,” ujar Wiku dikutip dari laman resmi #SatgasCovid19 pada Kamis (12/11).

Setelah ditelisik lebih jauh, pihaknya juga menemukan bahwa testing atau pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah pada pekan sebelumnya menurun. Akibatnya, jumlah peningkatan kasus positif yang terjadi pada pekan sebelumnya terlihat seolah menurun.

“Hal ini jadi pembelajaran kita semua terlepas ada masa libur. Dan daerah harus menggencarkan 3T [testing, tracing dan treatment],” tegas Wiku.

Upaya 3T merupakan langkah yang dilakukan oleh pihak pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk menghentikan pandemi. Langkah 3T tersebut mencakup tracing atau penelusuran kasus terduga Covid-19, testing atau pemeriksaan untuk menentukan sebuah kasus termasuk Covid-19 atau bukan, serta terakhir treatment atau perawatan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga dapat segera sembuh.

Sementara pemerintah mendorong percepatan penanganan Covid-19 melalui upaya 3T, Satgas Covid-19 meminta masyarakat untuk membantu mempercepat penanganan pandemi melalui protokol kesehatan 3M.

Protokol kesehatan 3M tersebut mencakup gerakan memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir, serta menjaga jarak aman minimal 1 meter sekaligus menghindari kerumunan.

Lihat juga:

Satgas soal Penanganan Covid-19 di Sulteng: Jangan Kendor

Menurut Wiku, apabila protokol kesehatan 3M dilakukan secara disiplin dan sebagai satu paket kesatuan, dapat menghindarkan orang dari penularan virus pandemi Covid-19.

“Protokol 3M itu merupakan satu paket, harus dilakukan berbarengan dan tidak bisa dipisah-pisah,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sampai dengan Rabu (12/11), jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 452.291 kasus setelah mendapatkan tambahan jumlah kasus baru harian sebanyak 4.173 kasus.

Dari jumlah tersebut, total jumlah pasien sembuh telah mencapai 382.084 kasus atau 84,47 persen dan jumlah pasien meninggal mencapai 14.933 kasus atau 3,30 persen.

(ang/fjr)

[Gambas:Video ]


Next Post

Pemerintah Berniat Perpanjang BLT UMKM Hingga 2021

Jakarta, Indonesia — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan program bantuan langsung tunai (BLT) bagi UMKM hingga 2021 mendatang. Bantuan ini berupa dana hibah sebesar Rp2,4 juta untuk masing-masing penerima. Teten menjelaskan sudah ada 28 juta UMKM yang mengajukan permintaan […]