Kota yang Dilelehkan Nuklir Berharap Dilirik UNESCO

Jakarta, Indonesia —

Pembangkit listrik tenaga nuklir yang dikelilingi oleh gurun, puing-puing dan bangunan terbengkalai bukanlah yang banyak orang kira tentang Situs Warisan Dunia UNESCO. Tapi itulah yang diinginkan Ukraina untuk Chernobyl.

Berharap bahwa status bergengsi seperti itu mendatangkan lebih banyak wisatawan dan menggairahkan sektor pariwisata negara, Ukraina telah memulai proses yang pada akhirnya memungkinkan Chernobyl untuk masuk dalam daftar UNESCO.

Pada tanggal 26 April, bekas republik Soviet memperingati 35 tahun bencana nuklir Chernobyl 1986, ketika sebuah reaktor di pabrik, yang terletak sekitar 108 km di utara ibu kota Kyiv, meledak selama uji keamanan yang gagal.

Akibatnya adalah kecelakaan nuklir terburuk di dunia yang mengirimkan awan radiasi ke sebagian besar langit Eropa dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Pilihan Redaksi
  • Chernivtsi, Kota Arsitektur Bersejarah di Ukraina
  • Kabur dari Stres Corona ke Pulau Tanpa Manusia di Ukraina
  • Bergidik Ngeri Melihat Kota Hantu Chernobyl dari Ketinggian

Tiga puluh satu pekerja pabrik dan petugas pemadam kebakaran tewas setelah bencana, kebanyakan karena penyakit radiasi akut.

Ribuan lagi kemudian meninggal karena penyakit terkait radiasi seperti kanker, meskipun jumlah total kematian dan efek kesehatan jangka panjang tetap menjadi subyek perdebatan sengit.

“Kami percaya bahwa menempatkan Chernobyl dalam daftar warisan UNESCO adalah langkah pertama dan penting untuk menjadikan tempat yang hebat ini sebagai destinasi wisata unik dan menarik bagi seluruh umat manusia,” kata Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko, seperti yang dikutip dari Reuters pada Selasa (27/4).

“Zona Chernobyl terletak jauh di luar perbatasan Ukraina … Ini bukan hanya tentang peringatan, tetapi juga sejarah dan hak-hak rakyat,” lanjutnya.

Sebelum mengirim aplikasi ke PBB, lokasi yang mencari perlindungan UNESCO harus dimasukkan dalam daftar warisan budaya dan sejarah nasional, menurut menteri.

Tkachenko mengatakan kementeriannya baru-baru ini memutuskan untuk memasukkan radar militer besar yang dibangun di dekat kota Chernobyl pada tahun 1970-an dalam daftar tersebut.

Saat ini mereka juga tengah membahas perluasan kawasan itu hingga ke seluruh 30 km Zona Pengecualian Chernobyl.

Sebagian besar area di sekitar pembangkit nuklir yang terbengkalai adalah hutan belantara dengan bangunan kosong, semak belukar dan puing-puing.

Semua bangunan di Pripyat, “kota hantu” yang pernah menjadi rumah bagi 50 ribu orang yang sebagian besar bekerja di pabrik, membutuhkan perbaikan.

Tkachenko mengatakan dia berharap Chernobyl akan bangkit kembali dan mulai memikat pengunjung lagi usai pandemi virus Corona berlalu.

Pada tahun 2019, serial doku-drama “Chernobyl” HBO menjadi alasan lonjakan jumlah pengunjung ke pembangkit listrik dan Pripyat di dekatnya, dengan 120 ribu orang mengunjungi daerah tersebut.

(REUTERS/ard)

[Gambas:Video ]