Konsorsium BUMN Jadi Pemenang Lelang Tol Yogyakarta-Bawen

Farah

Konsorsium BUMN

Jakarta, Indonesia —

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) “Pandawa Lima” sebagai pemenang lelang proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

Konsorsium tersebut terdiri dari lima perusahaan pelat merah yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan jika tak ada aral melintang pembangunan konstruksi akan dimulai pada Agustus 2021 mendatang.




Ia berharap Pandawa Lima dapat bekerja tepat waktu sehingga proyek bisa selesai dalam kurun waktu dua tahun.

“Jalan Tol Yogyakarta-Bawen mulai konstruksi di tahun 2021 bulan Agustus setelah lahannya bebas ya mudah-mudahan Ini bisa lebih cepat pak menteri dan diharapkan selesai dan dioperasikan pada Kuartal ketiga tahun 2023,” ucapnya

Dalam acara tersebut, Kementerian PUPR juga menandatangani tiga perjanjian terkait rencana pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

Pertama, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Yogyakarta-Bawen antara Kepala BPJT dan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Bawen.

Lihat juga:

Jasa Marga Akan Naikkan Tarif Tol Japek Jadi Rp20 Ribu

Kedua, penandatanganan perjanjian penjaminan antara Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Bawen. Terakhir, perjanjian regress antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Danang menegaskan infrastruktur merupakan satu di antara faktor pendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya dengan adanya tol arus barang dan jasa antar wilayah akan berjalan dengan baik.

“Kita juga melihat dari rata-rata yang kita kumpulkan sejauh ini di BPJT yang menyajikan bahwa infrastruktur jalan tol dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan pemerataan ekonomi di suatu wilayah melalui pengembangan industri dan pariwisata,” paparnya.

[Gambas:Video ]

Ia menilai, infrastruktur jalan tol juga akan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kohesi sosial di masyarakat dan interaksi antar anggota masyarakat

“Dengan dibangunnya Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, kami mengharapkan peningkatan konektivitas dan ekonomi di Indonesia, khususnya Semarang, Solo dan Yogyakarta dan mendukung kawasan strategis pariwisata super prioritas Candi Borobudur bisa terlaksana,” tandasnya.

Lihat juga:

PUPR Buka Suara soal Kenaikan Tarif Tol Jakarta-Cikampek

(hrf/sfr)


Next Post

KSP: Apakah Ada UU Ciptaker yang Diperbaiki? Tidak Ada

Jakarta, Indonesia — Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan menyatakan sejauh ini tidak ada perbaikan atas sejumlah kekeliruan dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang diteken Presiden Joko Widodo pada 2 November lalu. “Apakah ada UU Ciptaker yang diperbaiki? Tidak ada,” kata Ade kepada Indonesia.com, […]