Konsolidasi, Buruh Akan Gelar Demo Lanjutan Tolak Omnibus Law

Farah

Sejauh ini, sejumlah serikat buruh masih melakukan konsolidasi untuk merencanakan aksi demonstrasi lanjutan yang belum ditentukan jadwalnya.

Jakarta, Indonesia —

Wakil Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jumisih menyatakan pihaknya bakal menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Jakarta dan beberapa daerah untuk terus menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Jumisih menyatakan serikat buruh akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu.

“Kita akan konsolidasi dalam waktu dekat. Potensi untuk turun lagi, untuk turun demo lagi sangat besar. Terlebih teman-teman di daerah berharap ini terus berlanjut proses perlawanannya ini,” kata Jumisih kepada Indonesia.com, Jumat (9/10).

Ia belum bisa merinci tanggal aksi demonstrasi itu akan digelar kembali. Ia hanya mengatakan bahwa gerakan demonstrasi yang digelar kemarin (8/10) menolak omnibus law sangat besar karena diikuti oleh wilayah-wilayah di hampir seluruh Indonesia.

Aksi selanjutnya, kata Jumisih, juga akan besar di beberapa daerah dengan menyuarakan aspirasi yang sama, yakni menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Kita liat potensi gerakan terakhir ini, di daerah-daerah melakukan hal yang sama. Ini bukan hal yang tak mungkin. Kita sanggup untuk melakukan konsolidasi untuk aksi selanjutnya,” kata Jumisih.

Lihat juga:

Bupati Bandung Barat Ikut Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Selain itu, Jumisih mengaku kecewa pemerintah sama sekali tak menanggapi substansi yang dituntut kelompok buruh dalam demo tolak Undang-undang Cipta Kerja. Pemerintah, kata dia, harusnya menyerap aspirasi para demonstran untuk membatalkan UU Cipta Kerja ketimbang melakukan tindakan represif kepada para demonstran.

“Enggak ada sikap pemerintah terkait tuntutan kita. Pemerintah malah pendekatan kekerasan. Kita minta A diberi B,” kata Jumisih.

Diketahui, aparat kepolisian banyak menangkap dan bertindak represif terhadap para demonstran UU Cipta Kerja yang digelar di banyak wilayah Indonesia kemarin.

Lihat juga:

Buruh Serukan Tak Pilih Parpol Pendukung Omnibus Law

Jumisih lantas menyayangkan adanya aksi represif aparat tersebut. Ia menyatakan tindakan represif dan penangkapan yang dilakukan aparat justru berpotensi memancing amarah masyarakat secara luas.

“Nanti malah perlawanannya semakin banyak,” kata dia.

Senada, Ketua KPBI, Ilhamsyah menyatakan aksi-aksi para buruh untuk membatalkan UU Cipta Kerja di beberapa kota di Indonesia akan terus berlanjut. Meski demikian, Ia belum bisa memastikan apakah aksi tersebut akan masif dan besar seperti yang digelar pada Kamis (8/10) kemarin.

“Dan saya bilang [aksi demonstrasi] akan terus berlanjut,” kata Ilhamsyah.

Diketahui demo menolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja berjalan sangat masif hampir di seluruh Indonesia kemarin (8/10). Aksi turun ke jalan ini merupakan rangkaian mogok nasional yang dilakukan kelompok buruh usai UU Cipta Kerja disahkan oleh DPR, Senin (5/10) lalu.

Lihat juga:

Mahfud MD: Pemerintah akan Tindak Aktor Penunggang Demo Rusuh

(rzr/bmw)

[Gambas:Video ]

Next Post

Polisi Pembunuh George Floyd Bebas Bersyarat

Jakarta, Indonesia — Petugas polisi yang dituduh membunuh pria kulit hitam George Floyd dibebaskan dari penjara Minnesota pada dengan jaminan US$1 juta atau sekitar Rp14,7 miliar. Derek Chauvin sebelumnya didakwa dengan tuduhan pembunuhan dan pembunuhan tingkat dua dan tiga. Menurut rekaman yang beredar, Chauvin menekan lututnya ke leher Floyd hingga dia lemas […]