Keterisian ICU Covid-19 di DKI Jakarta 83 Persen

Farah

Tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 di Jakarta baik di ruang isolasi maupun Intensive Care Unit (ICU) keterisiannya di atas 80 persen.

Jakarta, Indonesia —

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kapasitas tempat tidur baik di ruang isolasi maupun di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk perawatan Covid-19 di Ibu Kota keduanya menembus angka 80 persen.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan tingkat keterisian tempat tidur di ruang Intensive Care Unit (ICU) mencapai 83 persen per 12 Januari 2021. Sementara tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 sebesar 88 persen.

“Jadi tempat tidurnya [isolasi] 7.546 per 12 Januari, kemudian ICU ada [tempat tidur] 1.012. Keterpakaiannya untuk isolasi 88 persen, dan ICU 83 persen,” papar Widyastuti saat dihubungi, Rabu (13/1).

Widyastuti pun menjelaskan dari total keterisian tempat tidur di ruang isolasi Covid-19, sebanyak 28 persen di antaranya merupakan pasien dari luar Jakarta.

Sebab, dia melanjutkan, pihaknya memang tetap membuka ruang bagi warga di luar Jakarta yang membutuhkan tempat isolasi Covid-19.

“DKI Jakarta itu 28 persen terisi oleh warga luar DKI, tentu kami berbagi dengan siapapun yang membutuhkan,” ujar dia lagi.

Namun begitu Widyastuti memastikan bakal terus menjaga keseimbangan pemakaian rumah sakit di Jakarta.

Lihat juga:

Krisis RS Rujukan Covid-19, Buah Salah Penanganan Sedari Awal

Sebab, rumah sakit tak hanya dibutuhkan oleh pasien Covid-19 melainkan juga pasien penyakit lain yang membutuhkan perawatan.

“Kami harus juga menjaga keseimbangan bahwa di DKI ini bukan hanya Covid ya, ada masalah lain, sehingga itu kami jaga sehingga tetap terisi,” tutur Widyastuti.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sempat membahas ihwal keterisian ruang ICU yang hampir mencapai batas maksimum di Jakarta.

Infografis Laju Perkembangan COvid-19 di IndonesiaInfografis Laju Perkembangan Covid-19 di Indonesia. ( Indonesia/Fajrian)

Sehebat apapun pemerintah berupaya menangani covid-19, namun menurut dia tetap saja musykil untuk bisa mengejar cepatnya laju penularan.

“Karena rumah sakit kan nggak bisa disulap. Tenaga dokter kan bukan ngerekrut, ya mohon maaf lah kan bukan ngerekrut tenaga kebersihan. Kalau tenaga kesehatan prosesnya panjang,” ucap Riza di Balai Kota, Jakarta, Jumat (8/1).

Kendati demikian, Riza mengatakan pemerintah terus berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Namun, Riza juga meminta peran aktif masyarakat untuk mendukung semua kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi. Salah satunya, soal kepatuhan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Lihat juga:

Pemkab Kudus Tambah Tempat Tidur Perawatan Pasien Covid-19

(dis/nma)

[Gambas:Video ]


Next Post

Profesor Abdul Muthalib, Penyuntik Vaksin Perdana Jokowi

Jakarta, Indonesia — Penyuntikan vaksin corona, Sinovac, perdana diberikan pada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1). Penyuntikan vaksin perdana untuk Presiden Jokowi dilakukan oleh Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Profesor Abdul Muthalib. Profesor Abdul Muthalib secara khusus ditunjuk langsung oleh Tim Dokter Kepresidenan. “Dari tim dokter menunjuk Profesor Abdul […]