Kemenkes: Total 10 Kasus Virus Corona B117 di Indonesia

Farah

Jakarta, Indonesia —

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan positif virus corona B117 di Indonesia bertambah tiga kasus, sehingga total menjadi 10 kasus. Temuan itu didapatkan secara berkala melalui metode Whole Genome Sequence (WGS).

“B117 ada 10. Ada tambahan dua di Jawa Barat dan satu kasus di Sumatera Utara,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada Indonesia.com, Rabu (7/4).

Nadia mengatakan dua kasus di Jawa Barat itu merupakan hasil penelusuran kontak dari kasus pekerja migran di Karawang yang pulang dari Arab Saudi. Namun, ia tak merinci secara detail berapa jumlah kontak erat yang ditelusuri saat itu.

Pekerja migran dari Arab Saudi tersebut adalah M, warga Kecamatan Lemah Abang, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 28 Januari 2021. Kemudian kasus kedua A yang berasal dari Kecamatan Pedes mendarat pada 31 Januari 2021.

“Yang dua Jabar lokal, dari kontak eratnya kasus yang di Kabupaten Karawang itu,” ujarnya.

Lihat juga:

Tangsel Satu-satunya Zona Merah Corona di Pulau Jawa

Secara keseluruhan terdapat 10 kasus varian corona asal Inggris itu telah teridentifikasi di Indonesia, dengan rincian tiga kasus di DKI Jakarta, dua kasus di Jawa Barat, dua kasus di Sumatera Utara, dan satu kasus masing-masing di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Temuan itu juga dikonfirmasi oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio.

Amin mengatakan temuan itu sudah dilaporkan Indonesia ke lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). GISAID adalah sebuah lembaga bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS-CoV-2.

Peneliti, lanjut Amin, telah melakukan uji WGS terhadap 990 sampel acak warga yang menjalani polymerase chain reaction (PCR). Uji sampel itu terutama dilakukan bagi para pekerja migran yang baru saja tiba di Indonesia.

“Sampai dengan tadi malam sudah ada 990 sampel yang diperiksa WGS di Indonesia,” kata Amin.

Lihat juga:

Ratusan Siswa SMK 15 Jakarta Sekolah Tatap Muka Hari Ini

Dari uji sampel itu, empat varian corona berhasil teridentifikasi, yakni D614G, B117, N439K, dan E484K.

Satgas Covid-19 akan berupaya memperbanyak teknik pencarian strain virus menggunakan metode WGS. Satgas juga akan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan WNA maupun WNI ke Indonesia.

(khr/fra)

[Gambas:Video ]


Next Post

CIMB Niaga Kobarkan Optimisme Lewat Forum Indonesia Bangkit

Jakarta, Indonesia — CIMB Niaga menyelenggarakan Forum Indonesia Bangkit seri pertama bertema ‘Strategi Sektor Kesehatan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional’ pada Selasa (6/4), dengan menghadirkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta narasumber lain. Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, Indonesia dan hampir semua negara […]