Kematian Corona AS Lampaui 200 Ribu, Trump Anggap Memalukan

Farah

Presiden Donald Trump mengatakan jika angka kematian akibat corona yang telah melampaui 200 ribu jiwa di AS sebagai hal yang memalukan.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Donald Trump menanggapi angka kematian akibat virus corona di Amerika Serikat yang saat ini sudah mencapai 200.641 jiwa. Trump menyebut hal itu sebagai hal yang memalukan.

“Saya pikir itu memalukan,” kata Trump kepada awak media, Selasa (22/9).

Setelah mengabaikan pertanyaan Nikki Carvajal dari tentang pesannya kepada rakyat AS terkait lonjakan kematian, Trump pun mengalihkan pembicaraan dengan memberi tanggapan standar tentang pandemi.
 
Trump menyalahkan China dengan mengatakan bahwa jumlah kematian bisa jauh lebih buruk seandainya dia tidak segera mengambil tindakan.

“Saya pikir jika kami tidak melakukannya dengan benar, Anda akan melihat 2,5 juta kematian. Jika Anda melihat alternatifnya, Anda bisa melihat 2,5 juta kematian atau sekitar itu. Anda bisa melihat jumlah yang jauh lebih banyak,” kata Trump kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih pada Selasa (22/9).
 
“Dan Anda melihat pidato saya di PBB, China seharusnya menghentikannya di perbatasan mereka. Mereka seharusnya tidak pernah membiarkan (virus) ini menyebar ke seluruh dunia dan itu adalah hal yang mengerikan,” lanjutnya seperti dikutip dari .
 
Menurut penghitungan Johns Hopkins University, sebanyak 200.182 orang telah meninggal dan 6,86 juta orang dipastikan terinfeksi virus corona di Amerika Serikat.
 
AS memiliki angka kematian tertinggi di dunia selama beberapa bulan terakhir. Secara keseluruhan, AS mengumbang empat persen dari total populasi dunia dan 20 persen kematian akibat Covid-19.

Para kritikus mengatakan statistik tersebut mengungkap kegagalan pemerintahan Trump untuk memenuhi ujian beratnya menjelang pemilihan umum.
 
“Karena kebohongan dan ketidakmampuan Donald Trump dalam empat bulan terakhir, (kami) telah melihat salah satu kerugian terbesar dalam kehidupan Amerika dalam sejarah,” ujar calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, Senin (21/9).

Lihat juga:

Xi Jinping: China Tak Ingin Perang Dingin dengan Siapapun

Senada, Ketua DPR Nancu Pelosi juga menyalahkan lonjakan korban karena adanya disinformasi dan kelalaian Trump, termasuk tindakannya menutup-nutupi sifat bencana dari virus itu.

Sebaliknya, dalam Sidang Umum PBB Trump justru mengklaim sudah mengendalikan wabah dan bertaruh pada persetujuan penggunaan vaksin corona.

“Kami akan mendistribusikan vaksin, kami akan mengalahkan virus, dan kami akan memasuki era baru kemakmuran, kerja sama, dan perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump dalam pesan yang direkam kepada Majelis Umum PBB pada Selasa.
 
Tapi sebagian besar ahli berpendapat bahwa bertaruh pada vaksin bukanlah strategi yang dapat dijalankan. Tanpa menggunakan masker, menjaga jarak, melacak kontak fisik, dan tanpa peningkatan pengujian, puluhan ribu orang masih terancam meninggal sebelum kehidupan di AS kembali normal.

(ans/evn)

[Gambas:Video ]

Next Post

Agilex Biolabs Develops World's Most Accurate Cannabinoid Assay

ADELAIDE, AU, Sep 23, 2020 – (ACN Newswire) – Award-winning Agilex Biolabs, the Asia-Pacific region’s leading bioanalytical laboratory for clinical trials, based in Australia, has developed the world’s most accurate cannabinoid assay. The announcement was made at BioPharm America (September 21-24, 2020). The assay is already being used by 4 […]