Jakarta () – Sutradara kenamaan di Afghanistan, Shahrbanoo Sadat, mengatakan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban terjadi begitu cepat dan mengejutkan ribuan penduduk.

"Masalahnya sebenarnya adalah bagaimana menuju ke bandara dan bagaimana menemukan pesawatnya," kata Sadat kepada The Hollywood Reporter, dikutip Rabu.

Seperti ribuan orang lainnya, saat ini Sadat berusaha melarikan diri dari Afghanistan dan mencari informasi penerbangan.

“Pos pemeriksaan pertama di pintu masuk pertama bandara berada di bawah kendali Taliban. Dan ada begitu banyak pos pemeriksaan dalam perjalanan ke bandara,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Senin (16/8) waktu setempat ribuan orang menyerbu landasan pacu mencoba mencari jalan ke pesawat yang akan berangkat. Eksodus itu menyusul jatuhnya Kabul ke tangan Taliban selama akhir pekan. Saat ini kelompok militer ekstremis memegang kendali atas Afghanistan.

Pada 2016, Sadat memenangkan penghargaan Directors’ Fortnight di Festival Film Cannes untuk karyanya yang berjudul “Wolf and Sheep”. Tiga tahun kemudian, ia kembali di Cannes untuk film “The Orphanage”.

Karya-karya Sadat sebelumnya berfokus pada detail kehidupan sehari-hari penduduk Afghanistan yang tampak disengaja untuk mengalihkan lensa politik dan konflik yang terlalu akrab.

Namun, ia mengatakan saat ini dirinya telah "berpikir berbeda" dan ingin membuat film sejarah yang mendidik orang tentang bagaimana Afghanistan sampai ke masa sekarang dan peran yang dimainkan negara lain dalam membentuknya.

“Jika saya selamat dari ini dan saya memiliki kesempatan untuk membuat lebih banyak film, karya saya akan berubah selamanya,” katanya.

Ia mengatakan dirinya bagaikan sedang mengamati serta menonton ketidakadilan terhadap peristiwa yang berlangsung saat ini. Ia ingin menyimpan kilasan peristiwa di dalam memori dan memasukkannya ke dalam proyek film selanjutnya untuk dibagikan kepada dunia.

“Jika saya selamat dari ini, saya akan membuat film tentang apa yang terjadi,” tutur Sadat.

Menurutnya, penting bagi penduduk Afghanistan untuk mengetahui setidaknya sejarah 100 tahun terakhir karena tidak ada orang-orang di Afghanistan yang membaca buku.

“Anda dapat membuat film dan belajar dari masa lalu, dan kami dapat memahami posisi kami di Afghanistan serta negara lain yang terlibat di Afghanistan. Mengetahui sejarah adalah satu-satunya harapan kami untuk Afghanistan di masa depan,” pungkasnya.

Baca juga: Film Gambarkan Pangeran Harry Ditangkap di Afghanistan

Baca juga: Afghanistan Larang Film Bollywood Yang Dibuat di Wilayahnya

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021