Kasus Video Porno, Komnas Perempuan Sebut Gisel Tak Salah

Farah

Komnas Perempuan juga menyebut Gisel merupakan korban kejahatan pembobolan privasi dan penyeberan video porno tersebut.

Jakarta, Indonesia —

Wakil Ketua Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Mariana Amiruddin menilai Gisella Anastasia alias Gisel (GA) tak bersalah dalam kasus video porno dirinya.

Mariana berpendapat Gisel menjadi korban dalam kasus tersebut lantaran video yang ia simpan secara pribadi diumbar ke publik oleh orang tak bertanggung jawab.

“Sebetulnya tidak bersalah, justru dia jadi korban karena dia mengalami kerugian. Pertama, nama baiknya tercemar dan dampaknya pada keluarganya termasuk anaknya,” kata Mariana kepada Indonesia.com, Rabu (30/12).

Mariana mengatakan Gisel juga seharusnya tak ditetapkan sebagai tersangka jika merujuk pada Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pronografi yang dipakai kepolisian.

Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi memang melarang siapapun membuat konten pornografi. Namun dalam bagian penjelasan ayat tersebut dijelaskan bahwa
Yang dimaksud dengan “membuat” adalah tidak termasuk untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri.

“Kasus Gisel ini sebenarnya dia sama sekali tidak memproduksi untuk tujuan publik kan. Itu adalah konten pribadi yang tersimpan, kemudian diambil orang dan disebarkan oleh orang lain,” ujarnya.

Lihat juga:

Pengaju Praperadilan Minta Polda Usut Lagi Chat Mesum Rizieq

Menurut Mariana, aparat kepolisian seharusnya menjerat pembobol privasi Gisel dan penyebar video porno tersebut.

“Seharusnya dia (Gisel) dilindungi bukan justru dijadikan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan Gisella Anastasia (GA) alias Gisel dan Michael Yukinobu Defretes (MYD) sebagai tersangka pornografi terkait kasus video porno.

Kasus bermula saat video porno yang menampilkan orang mirip Gisel tersebar di internet. Awalnya, Gisel dipanggil sebagai saksi. Namun akhirnya kepolisian menetapkan Gisel dan Nobu sebagai tersangka.

Lihat juga:

ICJR: Gisel dan MYD Tak Bisa Dipidana Bila Video Buat Pribadi

Gisel dan Nobu dijerat Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Mereka pun terancam pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.

(dhf/fra)

[Gambas:Video ]


Next Post

Akhir Tahun, TPU Tegal Alur Terima Lebih 40 Jenazah per Hari

Jakarta, Indonesia — Petugas pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat rata-rata menerima lebih dari 40 jenazah pasien Covid-19 per harinya. Ketua Satuan Pelaksana TPU Tegal Alur, Wawin Wahyudi mengatakan peningkatan jenazah Covid-19 ini terjadi akhir tahun 2020. Sejak hari Natal atau 25 Desember lalu, saban hari ia menerima […]