Breaking News in Indonesia

Kasus Eran Zahavi: PSV Terbagi 2 Kubu, Israel dan Palestina

Jakarta, Indonesia —

Kasus Eran Zahavi yang mengedit gambar bendera Palestina menjadi bendera Israel merupakan buntut dari konflik internal yang dialami klub Liga Belanda Eredivisie PSV Eindhoven.

Zahavi yang merupakan penyerang asal Israel sudah dua kali mendapat sorotan karena mengedit gambar bendera Palestina menjadi bendera Israel. Pertama terjadi ketika Zahavi mengedit bendera Palestina yang dibawa dua pemain Leicester City, Hamza Choudhury dan Wesley Fofana, usai final Piala FA pekan lalu.

Tidak kapok meski perbuatannya mendapat banyak kritikan, Zahavi kembali mengedit bendera Palestina yang dibawa Paul Pogba dan Amad Diallo usai Manchester United melawan Fulham, Selasa (18/5), menjadi bendera Israel.

Pilihan Redaksi
  • Cormier: Tak Ada yang Berani Lawan Islam Makhachev
  • Viral Striker Israel Ubah Bendera Palestina Milik Pogba
  • Eran Zahavi, Pemain Israel yang Ubah Bendera Palestina Pogba

NOS mengutip De Telegraaf, menyatakan tindakan Zahavi merupakan buntut dari skuad PSV yang terbelah terkait konflik Palestina dan Israel. Zahavi merupakan salah satu pemain yang mendukung Israel, sementara pemain seperti Mohamed Ihattaren, Jordan Teze dan Pablo Rosario mendukung Palestina.

Ihattaren, Teze, dan Rosario sempat memberi dukungan kepada masyarakat Palestina lewat unggahan di media sosial, namun kemudian dihapus.

Konflik internal di skuad PSV dikabarkan membuat manajemen klub marah. Mereka sempat meminta pelatih Roger Schmidt dan pemain untuk fokus memperkuat klub. Schmidt sendiri sempat enggan berkomentar mengenai rumor skuad PSV terbelah dua terkait konflik Palestina dan Israel.

PSV Eindhoven's Israeli forward Eran Zahavi celebrates after scoring a goal during the UEFA Europa League round of 32 first leg football match between Olympiacos FC and PSV Eindhoven at the Georgios Karaiskakis stadium in Piraeus near Athens on February 18, 2021. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP)Penyerang Israel Eran Zahavi dua kali mengedit gambar bendera Palestina. (ARIS MESSINIS / AFP)

“Jika ada masalah dalam grup, saya pasti akan mengatakan sesuatu. Tapi, saya tidak ingin membicarakan masalah ini di depan publik. Saya pelatih sepak bola, bukan politikus,” ujar Schmidt.

Menariknya, kasus yang sama juga terjadi di juara Liga Belanda musim ini Ajax Amsterdam. Dua pemain Ajax, Zakaria Labyad dan Noussair Mazraoui, mendapat kritikan karena memberi dukungan untuk Palestina.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Pendukung Ajax bahkan meminta manajemen klub untuk memecat Labyad dan Mazraoui. Pendukung Ajax dikenal memiliki kedekatan dengan Israel, dengan sebagian sering mengibarkan bendera Israel saat pertandingan.

Ajax menjadi juara Eredivisie musim ini dengan keunggulan hingga 16 poin atas PSV di klasemen akhir.

[Gambas:Video ]

(har/sry)