Breaking News in Indonesia

Junta Myanmar Tetap Janjikan Pemilu dan Demokrasi

Jakarta, Indonesia —

Junta Myanmar berjanji akan terus melindungi rakyat dan berjuang untuk mewujudkan demokrasi. Pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing juga menyatakan akan mengadakan pemilihan umum di Myanmar.

“Tentara berusaha untuk bergandengan tangan dengan seluruh bangsa untuk menjaga demokrasi,” kata Min Aung Hlaing dalam pidatonya di Hari Angkatan bersenjata Myanmar dalam siaran langsung di televisi pemerintah, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/3). 

Min Aung Hlaing sendiri tak memberikan tanggal pasti pemilu akan diselenggarakan.

Selain itu, dia juga mengatakan militer terus berusaha melindungi rakyat dan juga memulihkan situasi di seluruh negeri.

Saat ini situasi di Myanmar masih bergejolak pasca-kudeta militer pada pemerintah terpilih Aung San Suu Kyii pada 1 Februari lalu.

Demonstrasi yang berlangsung kemarin juga kembali menelan korban empat jiwa, sehingga total korban tewas mencapai 328 orang selama kudeta berlangsung, berdasarkan data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (Assistance Association for Political Prisoners)

Militer Myanmar tak segan-segan melepaskan tembakan ke kepala seseorang jika mereka dianggap mengganggu atau melanggar hukum. Sebanyak 25 persen kematian tersebut terjadi karena tembakan di kepala.

Hingga saat ini Militer Myanmar belum berkomentar mengenai jumlah korban jiwa ini.

Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan militer Myanmar telah berbalik melawan warganya sendiri.

“Wanita, pemuda dan anak-anak termasuk di antara mereka yang terbunuh,” kata Burgener dalam sebuah pernyataan.

(ptj/vws)

[Gambas:Video ]