Jubir Deplu AS Apresiasi BTS di Tengah Reaksi Panas China

Farah

Jubir Deplu AS Morgan Ortagus berterima kasih kepada BTS atas dukungan mereka dalam memperkuat hubungan bilateral Korea Selatan dan AS.

Jakarta, Indonesia —

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus berterima kasih kepada BTS atas dukungan mereka dalam memperkuat hubungan bilateral Korea Selatan dan AS. Ucapan itu disampaikan lewat cuitan pada Rabu (14/10) waktu AS.

“Terima kasih @BTS_twt atas bantuan anda mendukung hubungan baik AS-Korea. Anda sangat pantas mendapat A. Van Fleet Award. Musik bisa menyatukan dunia. Orang-orang bisa belajar mengenai AS-Korea dengan mengikuti Kedutaan Besar AS di Seoul,” cuit Morgan Ortagus.

Cuitan itu juga ditautkan ke cuitan Duta Besar AS untuk Korea Selatan Harry Harris yang telah memberikan selamat kepada BTS beberapa hari lalu.

Sementara itu, ucapan selamat Morgan Ortagus disampaikan di tengah menghangatnya hubungan fan BTS di China dan Korea Selatan terkait Perang Korea.

Permasalahan ini bermula tak lama setelah BTS menerima anugerah Van Fleet Award atas kontribusi mereka dalam hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Rabu (7/10).

[Gambas:Twitter]

Kala itu, RM selaku leader BTS menyatakan bakal selalu mengingat sejarah penderitaan Korea Selatan dan AS dalam perang yang terjadi pada 1950-1953.

“Kami akan selalu mengingat sejarah penderitaan yang dialami kedua negara dan pengorbanan banyak orang. BTS akan selalu mengingatkan diri kita sendiri tentang arti penghargaan Van Fleet dan terus melakukan yang terbaik dalam semua yang kita lakukan. Terima kasih banyak.”

Lihat juga:

Putri Diana Masuk Dunia Dongeng The Crown di Trailer Baru

Dalam perang Korea yang pecah pada 25 Juni 1950, pasukan Korea Utara yang didukung Uni Soviet dan China menyerang dan berniat mencaplok Korea Selatan.

Sekitar 140 ribu tentara Korea Selatan tewas dan 450 ribu orang terluka akibat perang tersebut. Sementara itu, sekitar 123 ribu jenazah tentara Korea Selatan belum ditemukan.

Sekitar 1,95 juta orang dari 22 negara, seperti AS, Inggris, Kanada, dan Turki memberikan dukungan medis dan ambil bagian dalam perang tersebut. Berdasarkan data pemerintah, 37.902 orang tewas dan 103.460 orang luka-luka.

Namun menurut China, dalam perang itu sebenarnya Amerika Serikat lah yang memicu pertikaian. Para warga China pun mengamuk karena pidato BTS seolah tidak mengakui perjuangan para leluhur mereka saat membela Korea Utara.

Lihat juga:

Raih BBMA 2020, Billie Eilish Masih Kaget Bisa Menang

Kekecewaan warga China menjadi headline tabloid harian pemerintah China, Global Times. Dalam pemberitaan itu, BTS disebut melukai perasaan masyarakat dan penggemar atau ARMY di China. BTS juga disebut mencerminkan sikap sepihak.

Melalui Weibo, platform media sosial terbesar di China, para pengguna meramaikan tagar dan unggahan kekecewaan terhadap BTS dan mengancam akan memboikot merek-merek yang berafiliasi dengan anak asuh Big Hit Entertainment tersebut.

Tak lama setelah itu, beberapa merek seperti Samsung, Hyundai, dan Fila menghapus iklan yang menampilkan BTS di pasar China.

Mereka juga menuntut penjelasan resmi Big Hit Entertainment terkait hal tersebut kepada fan di China yang selama ini berkontribusi banyak dalam unduhan dan penjualan album. Selama ini, China memang menjadi pasar besar bagi industri hiburan Korsel.

(chri/bac)

[Gambas:Video ]

Next Post

Buruh Tolak Ikut Bahas Aturan Turunan Omnibus Law Cipta Kerja

Jakarta, Indonesia — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menegaskan tidak akan terlibat dalam pembahasan aturan turunan UU Omnibus Law Cipta Kerja. KSPI menyebut bahwa ke depannya aksi penolakan buruh akan semakin besar dan bergelombang. Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa sikap ini sejalan dengan komitmen kaum buruh yang hingga saat ini menolak […]