Breaking News in Indonesia

Jokowi Sorot Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan Saat Corona

Presiden Jokowi menyebut pandemi covid-19 telah memukul berbagai sektor dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi corona telah memukul berbagai sektor. Ekonomi yang lesu mengakibatkan banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membuat pekerja kehilangan pekerjaan.

“Pandemi covid-19 telah memukul berbagai sektor sehingga banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan,” katanya pada Peringatan HUT Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ke-48 secara daring, Senin (22/2).

Namun, Jokowi mengingatkan pekerja untuk tetap optimis mendorong pergerakan ekonomi agar para pekerja dapat kembali bekerja saat pandemi berlalu. Jokowi pun mendorong terciptanya semakin banyak lapangan kerja baru.




Jokowi mengingatkan pekerja untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya dengan terus meningkatkan pengetahuan dan keahlian. Tujuannya, agar ketika situasi membaik Indonesia dapat bersaing di kancah global yang kian kompetitif.

“Agar di saat situasi membaik kita mampu bersaing dan menjadi pemenang dalam persaingan global yang semakin kompetitif,” lanjutnya.

Sejak pandemi masuk RI pada Maret 2020 silam, tercatat angka pengangguran dan kemiskinan mengalami lonjakan.

Lihat juga:

Usaha Mikro dan Kecil Diizinkan Beri Upah di Bawah UMP

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat dari 5,23 persen pada Agustus 2019 menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020. Jumlah pengangguran naik 2,67 juta menjadi 9,77 juta orang pada Agustus lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan peningkatan jumlah pengangguran merupakan dampak pandemi virus corona. Virus telah menurunkan aktivitas industri dan menimbulkan PHK sehingga meningkatkan angka pengangguran.

Dan kalau di lihat secara jauh, efek corona ke pengangguran paling terasa terjadi di wilayah perkotaan daripada pedesaan.

Lihat juga:

Rumus Upah Buruh Baru dari PP Turunan UU Cipta Kerja

Sementara, jumlah penduduk miskin di Indonesia menembus 27,55 juta pada September 2020. Jumlah itu membuat tingkat kemiskinan mencapai 20,19 persen dari total populasi nasional.

Populasi penduduk miskin meningkat dari sebelumnya 26,42 juta pada Maret 2020. Begitu juga dari sisi tingkat kemiskinan, meningkat dari sebelumnya 9,78 persen pada periode yang sama.

[Gambas:Video ]

(wel/age)