Jokowi Minta ‘Roadmap’ Pemberian Vaksin Sudah Ada Pekan Ini

Farah

Presiden Jokowi meminta roadmap pemberian vaksin Covid-19 segera dipaparkan sehingga pemerintah dan pihak terkait mendapatkan kejelasaan saat barang itu ada.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta rencana sasaran atau roadmap untuk pemberian vaksin virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah ada pada pekan ini.

Rencana sasaran itu pun diminta segera dipaparkan sehingga pemerintah dan berbagai pihak mendapat kejelasan apa yang akan dilakukan saat vaksin sudah ada.

“Untuk roadmap pemberian vaksin minggu ini saya minta secara khusus dipaparkan sehingga jelas apa yang akan kita lakukan,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (12/10).

Sebelumnya, vaksin Covid-19 dikabarkan sudah ada di Indonesia pada November mendatang. Melalui keterangan tertulis, disebutkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir telah bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin untuk memfinalisasi pembelian vaksin pada Sabtu, (12/10) lalu.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan vaksin akan didistribusikan melalui PT Bio Farma (Persero) agar kredibilitasnya terjamin. Selain itu, Bio Farma juga diharapkan dalam waktu dekat dapat memberikan kejelasan mengenai harga vaksin covid-19 kepada publik.

Pada November, kandidat vaksin yang akan masuk ke Indonesia adalah Cansino dengan 100 ribu vaksin (single dose), dan sekitar 15-20 juta untuk 2021.

Kemudian, Sinopharm yang menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta dosis dicanangkan datang pada November 2020.

Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Rinciannya pada minggu pertama November 1,5 juta dosis vaksin, dan 1,5 juta vaksin selanjutnya akan diberikan pada minggu pertama Desember, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Sedangkan untuk 2021, Cansino mengusahakan penyediaan 20 juta (single dose), Sinopharm 50 juta (dual dose), dan Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi. Sementara, dual dose dibutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang.

“Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik,” ujar Terawan dalam keterangan resmi yang diterima Indonesia.com, Senin (12/10).

Di satu sisi, dua pekan lalu, tepatnya pada 28 September 2020, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya membuat perencanaan produksi vaksin Covid-19. Waktu yang diberikan Jokowi pada jajarannya saat itu adalah dua minggu.

“Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail,” ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9).

Perencanaan itu, pinta Jokowi, harus dibuat mulai dari jadwal vaksinasi hingga siapa yang akan mendapat vaksin pertama kali. Ia menegaskan perencanaan itu perlu disusun agar vaksin Covid-19 yang sudah ada dapat langsung didistribusikan ke masyarakat.

Lihat juga:

Ridwan Kamil dan Cerita Disangka Bohong Jadi Relawan Vaksin

(psp, mln/kid)

[Gambas:Video ]

Next Post

Studi Temukan Corona Bertahan 28 Hari di Permukaan yang Halus

Jakarta, Indonesia — Sebuah studi baru menemukan daya tahan virus corona menetap dan hidup di permukaan benda-benda bisa lebih lama dibandingkan penelitian sebelumnya. Riset oleh CSIRO atau Badan Sains Nasional Australia mendapati virus penyebab Covid-19 ini bisa bertahan selama 28 hari di permukaan benda-benda seperti uang kertas, kaca–seperti pada permukaan telepon genggam, […]