Jenazah Herman Lantang Akan Dimakamkan di TPU Pondok Rangon

Farah

Jakarta, Indonesia —

Pendiri organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) Herman Lantang akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Namun sebelum prosesi pemakaman, jenazah Herman rencananya akan dibawa ke Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI) Jakarta Selatan, untuk prosesi ibadah penghiburan di malam duka.

“Ini sedang dibawa ke Rumah Duka Harapan Kita. Nanti dimakamkan rencananya di TPU Pondok Ranggon, tapi dimakamkan besok atau lusa, karena nanti malam ada ibadah penghiburan dulu,” kata Menantu Herman Lantang, Tia Lantang saat dihubungi Indonesia.com, Senin (22/3).

Tia mengonfirmasi Herman dinyatakan meninggal usai sempat mengalami keluhan hipertensi atau darah tinggi secara mendadak pada pukul 02.00 WIB. Herman lantas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan, dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.00 WIB.

Tia sekaligus memastikan bahwa kematian Herman bukan karena terpapar virus corona (Covid-19).

“Tadi pagi hipertensi jam 02.00 subuh selesai buang air, sampai di RSUD dinyatakan meninggal. Bukan karena covid-19 juga ya,” jelasnya.

Kabar kematian Herman sebelumnya tersiar melalui unggahan di akun instagram @hermanlantangcamp. Pria kelahiran tanah Tomohon, Sulawesi Utara itu meninggal di usianya yang ke 80 tahun.

“Telah dimuliakan Bapa di Sorga, Papa, Opa, Buyut, Om, Bung kami yang terkasih, Herman Onesimus Lantang,” demikian caption instagram @hermanlantangcamp,¬†Senin (22/3).

Lihat juga:

Hatusaka, Gua Terdalam di Indonesia dan si ‘Blender Raksasa’

Herman sendiri semasa hidupnya dikenal sebagai karib dari Soe Hok Gie, keduanya memiliki kegemaran sama dalam aktivitas naik gunung. Herman Lantang memilih mengenyam bangku kuliah di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra UI tahun 1960, sementara Soe Hok Gie masuk jurusan sejarah tahun 1962.

Dengan kegemaran yang sama, keduanya mendirikan Mapala UI pada tahun 1964 silam. Selain bersahabat dan aktif di Mapala, keduanya juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam gerakan mahasiswa dan menjadi inspirator gerakan demo long march mahasiswa UI pada masa pasca kemerdekaan republik Indonesia.

(khr/ain)

[Gambas:Video ]


Next Post

Dosen UNS Ciptakan Aplikasi Kalkulator Keolahragaan

Dekan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sapta Kunta menciptakan aplikasi kalkulator keolahragaan. Dengan aplikasi tersebut kita bisa mengkalkulasi formula apa yang dibutuhkan pelaku olahraga. Bukan hanya olahraga untuk prestasi, namun juga kegiatan olahraga kebugaran. “Kita membuat semacam aplikasi kalkulator keolahrgaaan. Di dalamnya itu berisi formula hasil riset […]