Jeep Lava Tour Merapi Masih Beroperasi, Ada Revisi Rute

Farah

Kegiatan wisata jeep lava tour di Gunung Merapi masih beroperasi dengan beberapa revisi rute demi menjauhi zona merah status siaga.

Jakarta, Indonesia —

Sejumlah tempat wisata di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi ditutup sementara setelah status gunung berapi tersebut naik menjadi siaga pada Kamis (5/11).

Meski demikian, operator jeep lava tour masih tetap beroperasi dengan revisi rute menjauhi radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi yang terlarang untuk didatangi.

Rimba, perwakilan dari Jeep Adventure of Merapi (JAM), membenarkan kalau operator jeep lava tour masih akan beroperasi hingga imbauan penutupan lebih lanjut.

Pilihan Redaksi
  • 5 Cara Nikmati Kemegahan Gunung Merapi Minim Pendakian
  • Pluyon Kalikuning, Spot Favorit Menatap Kerucut Gunung Merapi
  • Dekat Merapi, Beberapa Tempat Wisata di Magelang Ditutup

“Saat ini kami melakukan revisi rute demi tetap mengangkut wisatawan dalam jarak aman menjauhi puncak Gunung Merapi. Spot yang tidak kami datangi ialah Bungker Kaliadem dan Petilasan Mbah Maridjan,” kata Rimba melalui pesan pendek kepada Indonesia.com pada Selasa (10/11).

Rimba lanjut menjelaskan, revisi rute yang dioperasikan JAM ialah; Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, Manuver Kalikuning, dan The Lost World Castle.

“Kami masih melayani kedatangan wisatawan yang terlanjur datang dan menjelaskan dengan rinci mengapa ada revisi rute,” lanjutnya.

Mengenai pendakian, Rimba mengatakan kalau jalur pendakian ke Gunung Merapi memang sudah ditutup sejak status waspada.

Saat ini, naik warga dan wisatawan dilarang mendekati radius 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Tak menutup kemungkinan zona aman akan diperlebar jika status terus naik.

“Warga yang berada di zona merah sudah banyak yang mengungsi, terutama ibu hamil, lansia, dan anak-anak,” ujar Rimba.

Sebelumnya diberitakan, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suci Iriani Sinuraya, mengatakan destinasi pariwisata di lereng Gunung Merapi, seperti kawasan Kaliurang, dan beberapa destinasi di wilayah Cangkringan selain Bukit Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo (petilasan Mbah Maridjan), dan wisata Religi Bukit Turgo, dibuka secara terbatas.

“Tetap buka dengan operasional terbatas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” kata Suci.

“Wisatawan yang berkunjung di kawasan lereng Merapi juga diimbau tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan pribadi dengan memperhatikan jarak aman dengan Merapi sejauh 5 km, yang dapat dicek dengan aplikasi Jarak Aku dan Merapi,” lanjutnya.

Ia mengatakan, gerbang retribusi Kepuharjo dan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan tetap beroperasi untuk melayani kunjungan wisatawan di area wisata dengan jarak lebih dari 5 km dari puncak Gunung Merapi.

“Kawasan Wisata Kalurang yang berjarak 6,8 km dan Museum Gunung Merapi berjarak lebih dari 5 km dari puncak Gunung Merapi sehingga masih aman untuk dikunjungi,” katanya.

Suci lanjut mengatakan, kegiatan jip wisata juga masih diizinkan beroperasi dengan rute jarak aman dari puncak Gunung Merapi.

[Gambas:Instagram]

(ard)

[Gambas:Video ]


Next Post

Joan Mir Bisa Catat Rekor Aneh jika Juara MotoGP

Jakarta, Indonesia — Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir berada di ambang rekor aneh jika resmi menjadi juara MotoGP 2020. Untuk kali pertama di sepanjang musim ini Joan Mir sukses memenangi balapan usai menjadi yang tercepat di MotoGP Eropa 2020 yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (8/11). Kemenangan di Valencia […]