Jaringan Hotel Trump, dari Lido ke Bali sampai Miami

Farah

Kemewahan dan golf, adalah dua konsep properti yang digemari Trump. Tapi sejumlah tamu mengatakan kalau harga makanan di sana terlalu mahal.

Jakarta, Indonesia —

Sebelum menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikenal sebagai “raja properti” dan pembawa acara realitas televisi ‘The Apprentice’.

Kariernya berubah seketika setelah berhasil mengalahkan Hillary Clinton pada pemilu AS 2016.

Selama memerintah Negara Paman Sam, Trump masih berbisnis properti, salah satunya membuka jaringan hotel atas namanya “Trump Collection”.

Pilihan Redaksi
  • Euforia Melania Trump Melanda Slovenia
  • Berlibur di Kota Kelahiran Melania Trump
  • Patung Melania Trump Disebut Mirip Orang-orangan Sawah

Jumlahnya tak banyak, hanya 11 hotel. Konsep hotelnya memadukan dua hal yang paling disukainya: kemewahan dan golf.

Mengutip Bustle, properti andalannya berada di kampung halaman Trump – The Trump International Hotel and Tower New York.

Hotel di AS lainnya terletak di Chicago, Miami, Waikiki, Washington, D.C., Las Vegas, dan Albemarle Estate di Trump Winery di Virginia.

Di luar AS, Trump memiliki dua hotel di Skotlandia, satu di Irlandia, dan Trump International Hotel dan Tower Vancouver.

Dengan lokasi yang strategis, hotel-hotel Trump tentu saja menawarkan harga yang fantasis. Tak sedikit tamu yang menulis ulasan bahwa harga makanan dan minuman di sana “terlalu mahal.”

Beredar kabar burung bahwa Trump sedang menjalin kerjasama dengan bos MNC, Hary Tanoesoedibjo, untuk membangun hunian di Bali dan Jawa Barat.

Di Bali, properti dengan nama Trump Residences Indonesia rencananya bakal dibangun di kawasan Tanah Lot, Tabanan, Bali.

Properti ini berada di pinggir pantai dengan tiga tipe kamar, mulai dari yang tiga kamar tidur, empat kamar tidur, sampai yang lima kamar tidur.

Sementara di Jawa Barat, lokasinya berada di Lido, dengan pilihan tiga kamar sampai lima kamar. Lapangan golf tentu saja menjadi fasilitas utama properti di sini.

Belum diketahui lebih lanjut soal masa depan investasi dua properti ini.

Trump International Hotel Washington DC, formerly known as the Old Post Office BuildingTrump International Hotel Washington, D.C.. (istockphoto/DoraDalton)

Ada banyak properti atas nama Trump yang sebenarnya bukan dikelola olehnya. 

Mengutip The Real Deal, Trump “sering melisensikan namanya untuk produk – dan bangunan – yang tidak ia miliki, seperti hotel dan kondominium Trump Soho di Manhattan dan Trump International Hotel & Tower di Dubai.”

The Washington Post juga menulis pada tahun 2018 bahwa, Trump telah melisensikan namanya setidaknya 50 kali, mulai dari properti, pakaian pria, lampu rumah, dan kasur.

Sayangnya, kepemimpinan Trump menambah masalah dalam bisnisnya – yang sebenarnya telah lama didera utang dan pailit.

Dikabarkan, hotel-hotel miliknya dan yang memajang namanya, semakin sepi sejak dirinya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

Hotel di Las Vegas bahkan sempat menurunkan harganya hingga 60 persen di antara tahun 2017 sampai 2018.

Nampaknya Trump sedang banyak berdoa pada pemilu AS tahun ini.

Karena jika ia kalah dari Joe Biden maka mau tak mau ia harus kembali berbisnis properti atau yang paling parah; menghadapi tuntutan hukum yang dilayangkan kepadanya.

Lihat juga:

7 Fakta Greenland, Pulau Es yang Ingin Dibeli Trump

[Gambas:Video ]

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Pilpres AS 2020”

Next Post

BTN Target Salurkan 1,5 Juta KPR Hingga 2025

Jakarta, Indonesia — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyatakan akan terus memfasilitasi masyarakat Indonesia agar dapat memiliki tempat tinggal melalui Program Sejuta Rumah. Targetnya, bank pelat merah itu bisa menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) kepada 1,5 juta masyarakat hingga 2025. “Dalam 5 tahun mendatang, Bank BTN berkomitmen dapat […]