Jalani Rutinitas Baru demi Kesehatan Psikologis Kala Pandemi

Farah

Menjalani rutinitas atau kegiatan baru dapat menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental di kala pandemi.

Jakarta, Indonesia —

Gangguan psikologis tak dipungkiri mulai dirasakan sebagian masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Rutinitas dan kegiatan baru dapat menjadi solusi atas gangguan ini.

Psikolog Klinis Forensik Kasandra Putranto, mengungkap beberapa orang yang ditemuinya berhasil mengatasi gangguan psikologis ini dengan melakukan rutinitas dan kegiatan baru. Aktivitas ini diakui sebagai salah satu cara agar tidak merasa terpuruk berkepanjangan di masa pandemi Covid-19.

“Saya melihat ada fenomena luar biasa di mana orang-orang melakukan alih profesi, mencoba kegiatan baru. Bahkan mereka bisa mendapatkan penghasilan baru dari hal ini,” ucap dia dalam talkshow ‘Jiwa Sehat Liburan Aman Covid-19’ bersama #SatgasCovid19 yang diunggah melalui akun YouTube BNPB pada Sabtu lalu (30/10).

Menurut dia, hal ini merupakan kelanjutan berpikir positif, yakni bertindak kreatif. Tindakan ini pula harus diiringi oleh tekad kuat untuk melakukan kegiatan. Tidak semua orang mampu melakukannya makanya harus dibantu dengan dorongan.

“Kalau kita berpikir dan merasa tidak bisa maka hasilnya tentu tidak bisa, jadi kita harus atur untuk berpikir positif menghadapi kondisi apapun dan diiringi tekad kuat,” lanjutnya.

Ia menyebut, di masa liburan lalu tentu hal-hal kreatif bisa dilakukan. Inti perbuatan itu meliputi penyegaran diri, semisal merawat diri, keluar ruangan, membuat jadwal kegiatan, dan pelibatan orang lain. Tentu hal ini dilakukan dengan protokol kesehatan.

Protokol itu meliputi #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

Epidemiolog dan Dewan Ahli Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hadi Pratomo, mengungkap dirinya merasakan kegiatan semacam itu bisa bermanfaat. Ia mencontohkan dirinya kini meluangkan waktu satu jam untuk jalan pagi. Selain mendapat udara segar dan menjaga tubuh sehat hal itu dapat dilakukan sembari membantu mendorong perekonomian.

“Misal saja saya tetap jajan ke pedagang yang ada di sekitar, beli Rp10 sampai Rp15 ribu, itu akan sangat membantu mereka. Ini seperti gotong-royong,” jelas Hadi.

(ayo/rea)

Next Post

7.766 Petugas Amankan Demo Buruh dan FPI Cs di Jakarta

Jakarta, Indonesia — Sebanyak 7.766 personel gabungan dari Polri, TNI, serta pemerintah daerah diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi, Selasa (2/11) hari ini di kawasan Jakarta Pusat. Sebagai informasi, hari ini setidaknya ada dua demonstrasi dengan tema berbeda di Jakarta. Pertama adalah aksi elemen buruh menolak omnibus law UU Cipta Kerja […]